Pangkas Anggaran, Menteri Eko Klaim Dana Desa Aman

"Tapi kalau 2 triliun masih bisa di-manage lah, dana-dana yang tidak penting atau yang belum ditenderkan, kita bisa lakukan,"

Kamis, 01 Sep 2016 17:36 WIB

Ilustrasi: Pembangunan jalan desa (Foto: Pemkab Pati)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Bogor- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi  Eko Putro Sandjojo memastikan dana desa aman, meski adanya pemangkasan di kementeriannya sebesar 2 triliun rupiah. Menurut dia, saat ini masih belum ada kepastian akan ada pemangkasan anggaran dari Menteri Keuangan

Kata Eko, jika ada pemotongan pun tidak akan menjadi masalah.

"Desa so far belom dipotong yah. Ada isu katanya mau dipotong, tapi saya belum dengar langsung dari Menteri Keuangan kalau kementerian saya dipotong 2 triliun. Tapi kalau 2 triliun masih bisa di-manage lah, dana-dana yang tidak penting atau yang belum ditenderkan, kita bisa lakukan," katanya saat ditemui di Kampus IPB Baranangsiang, Rabu (01/09)

Eko mengakui, saat ini masih banyak desa yang menggunakan dana desa hanya untuk pembenahan infrastruktur. Padahal, lanjutnya, tujuan dana desa tidak hanya di bidang pembenahan infrastruktur.

"Banyak yang seperti itu, kalau yang daerah tertinggal sih memang harus infrastruktur. Tapi di daerah maju, harus lebih dari itu. Sasarannya kan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga. Jadi kita ingin Bumdes tetap dilakukan, dan kita juga mendorong one village one product. Untuk bisa memajukan daerah tersebut," jelasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan