Ilustrasi: Pembangunan jalan desa (Foto: Pemkab Pati)



KBR, Bogor- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi  Eko Putro Sandjojo memastikan dana desa aman, meski adanya pemangkasan di kementeriannya sebesar 2 triliun rupiah. Menurut dia, saat ini masih belum ada kepastian akan ada pemangkasan anggaran dari Menteri Keuangan

Kata Eko, jika ada pemotongan pun tidak akan menjadi masalah.

"Desa so far belom dipotong yah. Ada isu katanya mau dipotong, tapi saya belum dengar langsung dari Menteri Keuangan kalau kementerian saya dipotong 2 triliun. Tapi kalau 2 triliun masih bisa di-manage lah, dana-dana yang tidak penting atau yang belum ditenderkan, kita bisa lakukan," katanya saat ditemui di Kampus IPB Baranangsiang, Rabu (01/09)

Eko mengakui, saat ini masih banyak desa yang menggunakan dana desa hanya untuk pembenahan infrastruktur. Padahal, lanjutnya, tujuan dana desa tidak hanya di bidang pembenahan infrastruktur.

"Banyak yang seperti itu, kalau yang daerah tertinggal sih memang harus infrastruktur. Tapi di daerah maju, harus lebih dari itu. Sasarannya kan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga. Jadi kita ingin Bumdes tetap dilakukan, dan kita juga mendorong one village one product. Untuk bisa memajukan daerah tersebut," jelasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!