Labuan Bajo Dipilih CNN Jadi Tempat Selam Terbaik Kedua di Dunia

"Dan walau pun Labuan Bajo itu berada di Flores Barat, namun kedatangan wisatawan tidak hanya di Labuan Bajo dan sekitarnya tetapi juga mengelilingi seluruh Nusa Tenggara Timur. "

Kamis, 01 Sep 2016 15:28 WIB

Wisata Diving dan Snorkeling di labuan bajo NTT (masdonie.blogspot.co.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Kupang- Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Disparektif Nusa Tenggara Timur menyatakan perairan di Pulau Komodo dan Labuan Bajo terpilih sebagai wilayah penyelaman terbaik kedua di dunia setelah Raja ampat. Kepala Dinas Parektif NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, hal itu berdasar penilaian dari Televisi Amerika Serikat, CNN.

Kata Marius, penghargaan ini membuat pemda berusaha untuk memaksimalkan lagi potensi wisata di wilayahnya.

"Jadi kita di Indonesia memiliki dua brending khusus untuk snorkel yaitu Raja Ampat dan Labuan Bajo. Dan walau pun Labuan Bajo itu berada di Flores Barat, namun kedatangan wisatawan tidak hanya di Labuan Bajo dan sekitarnya tetapi juga mengelilingi seluruh Nusa Tenggara Timur. Dan ini tentu saja memacu kita untuk mengembangkan pariwisata di seluruh Nusa Tenggara Timur," kata Marius Ardu Jelamu di Kupang, Kamis (1/9).

Marius Ardu Jelamu menambahkan, Taman Nasional Komodo ini merupakan jantung segitiga terumbu karang dengan keanekaragaman hayati laut paling kaya di dunia.

Taman Nasional Komodo memiliki sejumlah titik penyelaman yang tersebar di Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Pulau Rinci dengan karakteristiknya masing-masing. Salah satunya adalah Manta Point.  Selain perairan Komodo Labuan bajo, juga perairan di Pulau Alor. Di sana memiliki 50 titik menyelam yang tersebar sampai ke Pulau Pantar. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi