Dua awak pesawat Heli Bell 412 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Kamis (25/8). Foto: Antara


KBR, Jakarta- Kualitas udara Kota di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan. Hal ini terlihat dari kualitas udara di sana yang memasuki level kuning. 


Meski demikian, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, TTA Nyarong mengatakan, aktivitas warga dan lalu lintas pesawat di bandara setempat masih berjalan normal.

Kata dia, BPBD Kalbar bersama TNI-Polri, pemadam kebakaran dan relawan yang berjumlah 3.500 personel terus melakukan upaya pemadaman. BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing jenis Bolco dan Bell 214, serta satu pesawat Casa TNI Angkatan Udara untuk menyebar garam hujan buatan.

"Kami juga sudah meminta semua pihak terkait ikut memadamkannya. Sudah ada tugas pokok masing-masing. Semua orang di lapangan harus bekerja memadamkannya. Antisipasinya masyarakat. Saya sudah ke lokasi, semua warga di sana juga bahu membahu memadamkan api. Harus diberdayakan orang-orang kampung. Kalau jauh lahannya memang harus menggunakan heli," katanya.

Nyarong menambahkan, upaya pemadaman kebakaran hutan ini terkendala jumlah debit air, sehingga water bombing belum dilakukan.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan, satelit mendeteksi 140 titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Selain itu satelit juga mendeteksi sebaran asap tipis di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Berita lain: Sengketa PT RAPP, Warga: Tak Nyaman Hidup Seperti Dijajah


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!