KPU Banyuwangi Dirikan Rumah Pintar Pemilu

Rumah pintar ini didirikan untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap proses demokrasi.

Selasa, 13 Sep 2016 10:24 WIB

Ilustrasi Rumah Pintar Pemilu. Foto: Antara


KBR, Banyuwangi- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banyuwangi, Jawa Timur mendirikan rumah pintar. Rumah pintar ini didirikan untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap proses demokrasi. 


Anggota KPU Banyuwangi Divisi Sosialisasi, Jamaludin mengatakan, rumah pintar ini dibagi beberapa zona pintar, yang berisi ruang simulasi pemilihan umum, sejarah pemilu di Indonesia dan Banyuwangi, ruang audio visual hingga permainan berbasis komputer seputar pemilu.

“Rumah pintar pemilu lare using khusus Banyuwangi. Karena memang kita kembali ke budaya daerah masing-masing. Kita adakan rumah pintar using itu untuk memberikan jawaban-jawaban terkait pertanyaan-pertanyaan terkiat mungkin khusunya bagi yang belum kenal dengan KPU, tugas KPU, kemuidan hasil kerja KPU itu kita didalamnya kita masukan situs sejarah daripada pemilu, kemudian struktur organisasi KPU,” kata Jamaludin (12/9/2016).

Jamaludin menambahkan, KPUD Banyuwangi akan mengundang sekolah-sekolah untuk berkunjung ke rumah pintar ini untuk wisata edukasi. Ini diperlukan agar siswa sekolah belajar menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab.

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Banyuwangi pada pemilihan kepala daerah serentak tahun 2015 lalu, sebanyak 1.304.745 jiwa. Dari Jumlah tersebut,  DPT laki-laki 646.099 pemilih dan DPT perempuan 658.646 pemilih. DPT ini pada pemilihan Gubernur Jawa Timur mendatang  bisa bertambah seiring bertambahnya pemilih pemula di Banyuwangi.

Baca juga:PKPU Terpidana Percobaan Kelar Rabu ini

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.