Banjir melanda kota Balikpapan 2015 lalu. Foto: Antara

KBR, Balikpapan– Memasuki musim hujan Kota Balikpapan kini dihantui ancaman bencana banjir dan tanah longsor. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Suseno mengatakan tingkat kerawanan salah satunya lantaran struktur tanah di Kota Balikpapan yang 55 persen merupakan areal berbukit.

Suseno meminta masyarakat khususnya yang menempati daerah perbukitan agar berhati-hati.

Menurut catatan BPBD Kota Balikpapan, titik banjir dan tanah longsor kini terus bertambah. Setidaknya ada tujuh wilayah yang disebut masuk kategori rawan terjadi tanah longsor dan banjir di antaranya Prapatan, Telagasari Gunung Sari, Karang Rejo dan Kampung Baru.

“Ya kalau kami kan dari segi kedaruratan, terutama apabila terjadi banjir atau longsor. Kami selalu siaga, karena kan kita ini 15 persen adalah tanah yang datar, dan 55 persen itu berbukit-bukit potensi terjadinya tanah longsor, seperti di Prapatan kemudian Telagasari,” kata Suseno, Rabu (14/09).

Dia menambahkan, BPBD Kota Balikpapan bekerja sama dengan TNI, kepolisian maupun SAR dibantu masyarakat akan mewaspadai terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Masyarakat, kata dia, bisa melapor ke 0542-133 jika terjadi peristiwa banjir dan tanah longsor.

Editor: Malika

*  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!