Petugas PT Pertamina sedang membersihkan tumpahan minyak dengan sistem penyedotan di perairan Kali Donan, Cilacap, Selasa(27/9/2016). (Foto: ANTARA)



KBR, Cilacap – Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap Jawa Tengah hari ini (28/9/2016) menemui manajemen Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap.

Pertemuan itu terkait kasus tumpahnya minyak di Perairan Donan pada Selasa (27/9/2016) kemarin. Minyak Pertamina tumpah terjadi tepatnya di Depot Pertamina Kawasan Dermaga Sleko, Perairan Donan Kecamatan Cilacap Tengah, Jawa Tengah. Perairan tersebut merupakan pintu keluar air dari Laguna Segara Anakan menuju Samudera lepas di Selat Nusakambangan.

Sekretaris HNSI Cilacap, Teuku Iskandar mengatakan HNSI akan menanyakna penyebab tumpahnya minyak dan perkiraan dampak yang bakal terjadi.

HNSI juga akan membahas upaya mengurangi dampak pencemaran minyak yang terjadi dengan Pertamina. Selama ini, kata Teuku Iskandar, tumpahan minyak kerap telah merusak terumbu karang di sekitar perairan Cilacap.

Iskandar belum bisa menduga-dugadampak tumpahan minyak bagi nelayan, apakah akan berpengaruh langsung terhadap hasil tangkapan ikan atau tidak. Itu karena HNSI belum mendapat keterangan jelas tentang volume minyak yang tumpah dan luas kawasan perairan yang tercemar.

"Apakah berpengaruh terhadap hasil tangkapan, kita belum bisa berkomentar karena belum tahu jelas. Tapi pasti berpengaruh. Kalaupun, misalnya, sudah disemprot dispersan di permukaan, tetapi minyak itu kan mengendap ke dasar. Yang kena tentu biota di dasar laut. Lebih lanjut nanti kalau sudah dilakukan pertemuan dengan Pertamina," kata Teuku Iskandar.

Baca: Minyak Tumpah ke Laut, Pertamina Cilacap Lokalisir Penyebaran

Dispersan merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk menangani tumpahan minyak di laut. Cairan dispersan yang mengandung zat aktif surfaktan disemprotkan ke tumpahan minyak. Tujuannya untuk mengurai atau memecah lapisan minyak menjadi tetesan-tetesan kecil (droplet) sehingga mengurangi kemungkinan terperangkapnya satwa laut di dalam tumpahan minyak.

Ketua HNSI Cilacap Sarjono mengatakan ia mendapat informasi bahwa minyak yang tumpah di permukaan laut adalah solar untuk industri. Namun ia belum tahu pasti mengenai kejadian itu.

Sarjono mengatakan kini banyak nelayan dikerahkan untuk membantu petugas PT Pertamina mengangkat minyak di perairan Donan Selatan, Donan Utara, Kutawaru dan Tambakreja. Para nelayan membantu melokalisir tumpahan minyak dan menyedot ke tempat penampungan.

Sarjono menambahkan, puluhan nelayan di Cilacap terpaksa dikerahkan untuk mengangkat minyak agar paparan minyak tak semakin meluas. Dengan begitu pencemaran bisa diminimalkan dampaknya bagi biota laut. Namun begitu, ia tetap khawatir tumpahan minyak ini akan menyebabkan terganggunnya ekosistem laut.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!