Kesulitan Perpanjang Surat Kapal, Nelayan Di Perbatasan Sebatik Tak Melaut

“Alasan mereka kemarin karena kurangnya tenaga teknisi tukang ukur itu. Inikan perpanjangan, kok bisa yang harus diukur ulang?"

Senin, 19 Sep 2016 19:15 WIB

Ilustrasi: Kapal nelayan di wilayah perairan perbatasan Sebatik yang sedang melaut di perairan ambalat Karang Unarang. (Foto: KBR/Adhima S.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Nunukan– Puluhan nelayan di wilayah perbatasan kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mengaku tak bisa melaut karena kesulitan memperpanjang surat izin kapal mereka. Ketua Asosiasi Nelayan Sebatik Muhammad Jabbar mengatakan, 4 bulan terakhir puluhan nelayan anggota asosiasi tak bisa melaut karena kesulitan memperpanjang surat izin. Penyebabnya   minimnya petugas di Dinas Perhubungan kabupaten Nunukan.

“Alasan mereka kemarin karena kurangnya tenaga teknisi tukang ukur itu. Inikan perpanjangan, kok bisa yang harus diukur ulang? Biasanya kalau perpanjangan kan sudah ada dasar ukur yang kemarin. Kalau ada perubahan baru harus diukur kembali, kalau tidak ada perubahan kan tidak perlu diukur,“ keluh Jabbar, Senin (19/09/2016).

Jabbar   telah mengadukan nasib puluhan nelayan yang kesulitan memperpanjang surat izin kapal tersebut kepada anggota DPRD Nunukan. Langkah mediasi anggota DPRD Nunukan dengan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan seyogianya berlangsung hari ini Senin (19/09) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sayangnya janji Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan gagal, karena kepala dinas justru tengah dinas luar. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?