Kesenian Adat dan Budaya di Banyuwangi Belum Memiliki Perda

"Kita ingin tidak ada klaim-mengklaim, kita ingin menginventarisasi budaya karena nampaknya ada beberapa budaya kita yang mulai punah."

Kamis, 08 Sep 2016 18:12 WIB

Salah satu atraksi dalam etno carnaval di Banyuwangi (Foto: Hermawan/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Banyuwangi- Kesenian Adat dan Budaya Banyuwangi Jawa Timur, hingga kini masih belum mempunyai payung hukum untuk melindunginya. Untuk memberikan perlindungan terhadap adat istiadat dan seni budaya di Banyuwangi, DPRD telah menyusun raperda tentang perlindungan budaya dan masyarakat adat kabupaten Banyuwangi.
 
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi Punjul Ismuwardoyo  menuturkan, ada tiga hal yang melatarbelakangi dibentuknya raperda perlindungan budaya dan masyarakat adat ini, yaitu bertujuan melindungi beragamnya suku, bahasa, adat istiadat Banyuwangi dari keterpurukan dan kepunahan.

"Dasar pemikiran yang pertama itu karena Banyuwangi ini sangat multi kultur, multi etnis, multi agama dan banyak juga kebudayaan. Kita ingin tidak ada klaim-mengklaim, kita ingin menginventarisasi budaya karena nampaknya ada beberapa budaya kita yang mulai punah. Ini perlu kita lindungi karena ini peninggalaan nenek moyang kita," kata Punjul Ismuwardoyo (8/9/2016).
 
Punjul Ismuwardoyo menambahkan, dalam raperda tersebut, tidak hanya fokus melindungi adat dan budaya asli Banyuwangi, namun segala adat istiadat maupuan kebudayaan yang ada tetap dilindungi. Baik itu milik warga asing, warga Jawa maupun masyarakat Madura dan Bali yang ada di Banyuwangi.
 
Punjul menambahkan, naskah akademik raperda tentang perlindungan budaya dan masyarakat adat kabupaten Banyuwangi ini sudah tuntas, dan tengah dalam proses pembahasan di masing masing fraksi, sebelum dilanjutkan ke tingkat pembahasan pansus dengan eksekutif.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Puasa kali ini bertepatan dengan masa kampanye pilkada 2018