Kedapatan Bawa Sabu-sabu, Warga New Zealand Ditangkap BNN Provinsi Bali

Seorang WNA asal New Zealand bernama Myra Lynna Williams ditahan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali karena kedapatan membawa narkoba.

Jumat, 02 Sep 2016 15:12 WIB

Seorang WNA bernama Myra Lynna Williams ditahan BNN Provinsi Bali. Foto: Yulius Martoni/KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Bali - Seorang WNA asal New Zealand bernama Myra Lynna Williams ditahan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali karena kedapatan membawa narkoba.

Kepala BNNP Bali, Putu Gede Suastawa mengatakan, saat di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Ngurah Rai, Myra menunjukan sikap yang mencurigakan dengan berteriak-teriak hingga petugas mencurigai gelagat WNA tersebut.

"Ia datang dengan penerbangan pesawat Air Asia dari Melbourne atas nama Myrna Lynna Williams seorang wanita tertangkap membawa sabu-habu dan menggunakan sendiri," ujarnya.

Petugas bandara kemudian membawanya ke kantor imigrasi. Di kantor imigrasi bandara itulah ditemukan satu buah plastik klip yang di dalamnya terdapat kristal bening berwarna putih.

Usai dilakukan pengujian bahan itu ternyata sabu-sabu atau methmfhetamine dengan berat 0,43 gram netto. Kemudian dilakukan tes urin dinyatakan positif menggunakan sabu. Myrna akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Myrna mengakui sebelum berangkat ke Bali mengikuti pesta di Melbourne dan mengaku menggunakan sabu, ekstasi dan menghisap marijuana dan sudah 8 Tthun mengkonsumsi narkoba," imbuhnya.

Dalam perkara tindak pidana narkotika tersangka melanggar pasal 112 Ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tersangka rencananya akan dijemput pihak keluarganya saat mendarat di Bandara Ngurah Rai. Ia lahir di Hamilton 25 Januari 1989.



Editor: Quinawaty
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Jokowi Tak Puas Transaksi Busana Muslim Hanya Rp54 Triliun

  • Dua Korban Ledakan Sumur Minyak Aceh Dibawa Ke Medan
  • KNKT Menghimbau Untuk Kapal Gunakan Solar bukan Bensin
  • Bunuh Jurnalis Pengusaha Denmark Dihukum Seumur Hidup

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.