Kelompok keluarga Bekantan di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Sepanjang tahun 2016 hingga bula

Kelompok keluarga Bekantan di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Sepanjang tahun 2016 hingga bulan Agustus sebanyak 46 satwa liar keluar dari habitatnya karena kekurangan pasokan makanan pascakebakaran besar tahun 2015 lalu. (Dok. TNTP)


KBR, Pangkalan Bun - Puluhan satwa liar bermigrasi akibat kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Tengah pada 2015. Puluhan satwa ini seperti orangutan, bekantan dan beruang madu. 

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Agung Widodo mengatakan, proses migrasi satwa ini dimulai sejak awal tahun ini. Ia menjelaskan, karhutla membuat ekosistem berubah sehingga memengaruhi kehidupan satwa liar.

“Selama tahun 2016 ini sampai bulan Agustus ada 46 satwa liar yang keluar dari habitatnya. Empat puluh enam satwa itu terdiri dari orangutan, owa, bekantan, beruang (madu), dan kukang. Khusus untuk orangutan, ada enam ekor yang sudah soft release ke Suaka Margasatwa Lamandau,” kata Agung Widodo, Senin (5/9/2016).

Aguung Widodo menambahkan, satwa liar mulai meninggalkan habitatnya untuk mencari makan di pemukiman  warga. Ini lantaran hutan yang memasok kebutuhan hidup mereka telah habis terbakar.

Meski begitu, konflik antara satwa liar dan manusia tidak terjadi di Kalteng. Bahkan masyarakat proaktif melaporkan ke BKSDA jika mendapati satwa liar di sekitar lingkungan mereka.  

Baca juga: Upaya Selamatkan Jalak Bali yang Terancam Punah

Baca juga: Pendiri Orangutan Foundation Puji dan Kritik Jokowi 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!