Kasus Kekerasan Jurnalis di Rembang Tak Kunjung Ada Tersangka

Kasus kekerasan itu dilakukan karyawan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke, Rembang kepada seorang jurnalis Semarang TV, Sarman Wibowo ketika meliput korban kecelakaan kerja PLTU.

Rabu, 21 Sep 2016 12:35 WIB

Ilustrasi aksi menentang kekerasan terhadap jurnalis. (Foto: ANTARA)



KBR, Rembang – Kalangan jurnalis di Rembang Jawa Tengah kecewa dengan kerja Kepolisian Resort Rembang Jawa Tengah dalam menyelidiki kasus kekerasan terhadap jurnalis.

Kasus kekerasan itu dilakukan karyawan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke, Rembang kepada seorang jurnalis Semarang TV, Sarman Wibowo ketika meliput korban kecelakaan kerja PLTU di rumah sakit.

Ketua Lembaga Advokasi Wartawan PWI Jawa Tengah, Zainal Abidin Petir mengatakan laporan kekerasan itu sudah diserahkan ke kepolisian Rembang pada 19 Agustus lalu. Meski sudah sebulan laporan pengaduan dibuat, hingga kini belum ada penetapan tersangka.

Zainal mengatakan kasus itu sudah masuk kategori pidana. Tidak hanya ancaman pengeroyokan, tapi pelaku juga merampas telepon selular Sarman Wibowo dan menghapus foto-foto di dalamnya.

"Jelas–jelas apa yang dilakukan PLTU itu sudah memenuhi unsur pidananya. Jadi teman–teman, silahkan jalankan tugas kewartawanannya. Siapkan mental, karena ini sudah awal tidak baik yang dilakukan oleh PLTU Sluke, dengan melakukan intimidasi. Tidak usah takut, PWI Jateng akan mengawal dan melakukan advokasi," kata Zainal Abidin kepada KBR, Rabu (21/9/2016).

Zainal menambahkan mestinya polisi mampu menunjukkan kinerja yang baik. Apalagi laporan hukum oleh wartawan ini termasuk yang pertama di Jawa Tengah. Biasanya tindak kekerasan terhadap pekerja pers lebih banyak diselesaikan melalui jalur kekeluargaan.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, Eko Adi Pramono mengatakan polisi belum bisa memeriksa seorang saksi dari karyawan PLTU karena sedang tugas keluar kota.

Polisi menjadwalkan pemanggilan ulang Oktober mendatang. Saksi itu merupakan orang yang diduga pelaku perampasan telepon selular Sarman Wibowo.

Sarman, wartawan Semarang TV mengalami kekerasan saat sedang meliput korban kecelakaan kerja PLTU di rumah sakit Rembang. Ia sempat dihadang sejumlah orang dan dikejar. Telepon selularnya dirampas dan foto-fotonya dihapus.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BI: Inflasi Rendah Merata di Daerah-Daerah

  • DPR Sepakat Pemerintah Batasi Kepemilikan Asing di Perusahaan Asuransi Maksimal 80 Persen
  • Menlu Korut Akan Hadiri Pertemuan Regional ASEAN
  • Transfer Pemain Dunia Disebut Mourinho Mulai Mengkhawatirkan

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.