Karhutla Hanguskan 65 Hektar Hutan Jati Baluran

BPBD mengimbau pengendara yang melintas di jalan raya Pantura Kawasan Hutan Baluran Situbondo agar berhati-hati, sebab asap kebakaran mulai menggangu jarak pandang pengguna jalan.

Selasa, 13 Sep 2016 12:12 WIB

Ilustrasi. Upaya pemadaman kebakaran di hutan jati. Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Situbondo- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Jawa Timur, mencatat seluas 55 hektar hutan dan lahan di Taman Nasional Baluran, Kecamatan Banyuputih terbakar sejak 19 Juli-12 September 2016

Kepala Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Situbondo Zainul Arifin mengatakan, kebakaran hutan terjadi sejak memasuki musim kemarau Juli lalu.

Namun kata Zainul, sejak satu pekan terakhir kebakaran hutan terus terjadi setiap hari.

“Kebakaran tidak hanya terjadi pada satu titik saja, akan tetapi terjadi di beberapa titik dalam satu hari. Sehingga petugas harus terus berpindah-pindah memadamkan api,” kata Zainul Arifin (12/9/2016)

Menurutnya ini mulai membuat petugas gabungan dari BPBD, Perhutani, Pemadam Kebakaran Pemkab Situbondo serta dibantu petugas kepolisian dan TNI kewalahan.

“Enam puluh tiga hektare itu mulai sejak Juli kemarin. Dan kemarin ada tidak tahu hari ini, karena belum ada konfirmasi dari petugas Taman Nasional.”

Kepala Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Situbondo Zainul Arifin menambahkan, kawasan yang terbakar termasuk hutan jati Taman Nasional Baluran Situbondo yang terletak di Wilayah Briu Hutan Baluran, Wilayah Tekok Abu Hutan Baluran, Wilayah Unggahan Asam dan Wilayah Telogo.

BPBD mengimbau pengendara yang melintas di jalan raya Pantura Kawasan Hutan Baluran Situbondo agar berhati-hati, sebab  asap kebakaran mulai menggangu jarak pandang pengguna jalan.

Kata Zainul petugas BPBD Situbondo terus siaga di sekitar hutan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan. 

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Menko Wiranto Bakal Tangkap Tentara OPM

  • Kapolri, Evakuasi Di Papua Ajang Bersih-Bersi Pendulang Liar
  • Nazaruddin Sebut Setnov Terima Duit e-KTP
  • Puluhan Calon PPS di Rembang Terindikasi Anggota Parpol