Jelang Musim Hujan, Ratusan Korban Longsor Tunggu Janji Direlokasi

Hasil kajian Tim Geologi Energi Sumber Daya Alam (ESDM) Jawa Tengah merekomendasikan supaya 35 KK yang mendiami kawasan tersebut untuk dipindah ke lokasi aman.

Kamis, 08 Sep 2016 12:54 WIB

Ilustrasi foto: Setkab

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Cilacap– Sejumlah 35 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari sekira 105 jiwa korban longsor di Dusun Cijeunjing Desa Cibeunying Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah hingga kini belum direlokasi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Wilayah Majenang, Edy Sapto Priyono mengatakan dana pembelian lahan dan pembangunan rumah relokasi belum turun dari pusat. Kata Edy, pihaknya sudah mengajukan proposal relokasi beserta Rencana Anggaran Belanja (RAB) lengkap pada 2015 lalu.

Ini didasari hasil kajian Tim Geologi Energi Sumber Daya Alam (ESDM) Jawa Tengah yang merekomendasikan supaya 35 KK yang mendiami kawasan tersebut untuk dipindah ke lokasi aman.

“Sudah (diajukan). Kalau longsor Cibeunying sudah diajukan relokasi. Kita yang ada di BPBD dan Pemerintah Daerah memang sifatnya hanya pengajuan untuk relokasi. Nanti keputusannya dari pusat, dari Jakarta. Dalam hal ini, BNPB yang menentukan kapan waktu dan mungkin juga anggarannya. Karena untuk relokasi itu kan biayanya tidak sedikit,” ujar Edy, Kamis (8/9/2016).

Edy berharap pemerintah pusat bisa segera merespon pengajuan tersebut sebab peritiwa longsor bisa saja berulang dan menimbulkan korban memasuki musim penghujan nanti. “Oktober nanti dipeakirakan sudah masuk musim penghujan. Sedangkan puncak musim hujan diprakirakan terjadi pada Desember hingga Februari 2017.” 

Saat ini, kata Edy, tiap kali hujan deras, warga di lokasi rawan longsor mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Lebih lanjut Edy mengatakan, calon lahan relokasi sudah dipersiapkan. Lahan tersebut merupakan tanah hak milik pribadi, seluas 1 hektar. Jarak dari permukiman yang rawan longsor sekira 2 kilometer dan masih berada di Dusun Cijeunjing.

Kata Edy pihaknya berencana melakukan tukar guling lahan. Artinya, lahan bekas permukiman warga yang sudah ditinggalkan akan menjadi milik Pemda Cilacap. Direncanakan, lahan ini akan digunakan sebagai kawasan konservasi.

Akhir 2014 lalu terjadi retakan dan tanah bergerak (flow) di perbukitan bagian atas Dusun Cijeunjing Desa Cibeunying. Retakan memanjang hingga ratusan meter dengan lebar retakan antara 0,5 hingga 1,5 meter. Persis di jaur retakan tersebut berdiri permukiman warga.  

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.