Jaksa Tuntut Mati Pemerkosa dan Pembunuh Siswi SMP YY

"Dikenakan tuntutan hukuman mati karena dianggap otak dari pembunuhan dan pemerkosaan korban YY dan merupakan eksekutor dalam menghilangkan nyawa YY,"

Kamis, 08 Sep 2016 22:21 WIB

Terdakwa pemerkosa dan pembunuh siswi SMP YY sedang mendengarkan tuntutan jaksa, Kamis (08/09). (Foto: KBR/M. Antoni)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Rejang Lebong- Jaksa penuntut umum menuntut salah satu terdakwa kekerasan seksual dan pembunuhan siswi SMP YY dengan hukuman mati. Terdakwa dewasa  Zainal alias Bos dikenakan tuntutan hukuman mati, sedangkan keempat tersangka lainnya hanya dikenakan 20 tahun penjara. 

Juru bicara Kejaksaan Negeri Curup, Bengkulu Dodi Atmaja mengatakan, tuntutan mati lantaran Zainal alias Bos  merupakan pelaku utama yang menggerakan pelaku-pelaku lainnya untuk melakukan tindakan pemerkosaan.

"Tersangka Zainal ini dikenakan tuntutan hukuman mati karena dianggap otak dari pembunuhan dan pemerkosaan korban YY dan merupakan eksekutor dalam menghilangkan nyawa YY," ujar Juru bicara Kejaksaan Negeri Curup Dodi Atmaja, Kamis (08/09).

Kasus yang menimpa Yy, bocah berusia 14 tahun itu, terjadi pada 2 April lalu. Pelaku yang berjumlah 14 orang itu menyekap, memperkosa lantas membunuh korban. Para pelaku yang sebagian masih di bawah umur terancam hukuman mati tahun penjara lantaran didakwa dengan pasal berlapis, yakni tentang Perlindungan Anak dan menghilangkan nyawa orang. Salah seorang pelaku hingga saat ini masih buron.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.