Jaksa Tuntut Kakek 70 Tahun Terdakwa kasus Pedofilia Kurungan 16 Tahun

"Kemudian diakumulasikan totalnya 16 tahun yang dipakai itu sangat bertentangan dengan azas pidana itu sendiri."

Selasa, 13 Sep 2016 20:10 WIB

Robert Andrew Fiddes Ellis, terdakwa pedofil saat mendengar tuntutan jaksa. (Foto: KBR/Yulius M.)

KBR, Bali- Jaksa menuntut  Robert Andrew Fiddes Ellis warga Australia kurungan 16 tahun penjara.  Dalam amar tuntutan yang dibacakan Jaksa penuntut umum Purwanti Muharsih,   juga menuntut terdakwa kasus pedofilia berusia 70 tahun itu  denda Rp 2 miliar dengan subsider 8 bulan kurungan. 

Yanuar Kuasa hukum kasus  Robert menilai  tuntutan itu  terlalu tinggi. Alasannya usia  kliennya yang sudah 70 tahun  sangat berat dengan tuntutan itu.

Yanuar juga menilai  penggabungan pasal yang digunakan jaksa  melanggar azas pidana.

"Kemudian diakumulasikan totalnya 16 tahun yang dipakai itu sangat bertentangan dengan azas pidana itu sendiri. Yang namanya tuntutan itu ada subsider, ini digabung jadi satu harusnya dipilih salah satu. Ini tiga pasal sekaligus dipakai sangat bertentangan," ujar Yanuar Kuasa hukum kasus  Robert, Selasa (13/09) .

Sidang yang dipimpin hakim ketua I Wayan Sukanila  akan dilanjutkan   20 September dengan agenda pembelaan   terdakwa.

Sementara itu  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Bali menilai  tuntutan jaksa  terlalu rendah. Siti Sapura pegiat P2TP2A merujuk pada  jumlah korban yang  mencapai belasan anak   berusia 8 - 11 tahun. Ia mengatakan harusnya terdakwa dituntut minimal 20 tahun penjara.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Penembak Brimob di Timika Berjumlah 15 Orang

  • Ahli: PNPS Penodaan Agama Langgar HAM Warga Ahmadiyah
  • Jokowi Tunjuk Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Dialog Antaragama
  • Tak Dapat Bantuan KIS, Puluhan Pemulung Geruduk Gedung DPRD Sumut