Ilustrasi. (Foto: Ryan Thompson/Wikimedia/Creative Commons)



KBR, Kupang
- Kepala Kepolisian Nusa Tenggara Timur (NTT) Widyo Sunaryo punya kebijakan 'unik' yang tidak ada hubungannya dengan tugas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Widyo Sunaryo mewajibkan anggotanya memelihara minimal satu ekor sapi. Kebijakan ini untuk mendukung program pemerintah NTT menjadikan provinsi itu sebagai lumbung sapi nasional.

Sunaryo mengatakan, selain mendukung program pemerintah, kebijakan ini juga untuk mendorong warga agar ikut beternak untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Namun ia tidak menjelaskan apakah ada bantuan ternak sapi bagi anggota polisi, dan apakah ada sanksi bagi polisi yang tidak punya ternak sapi.

"Nanti seluruh anggota Polda (NTT) wajib untuk---setidaknya---mempunyai satu ekor sapi untuk dipelihara. Dengan mereka mempunyai satu ekor sapi ini, mudah-mudahan juga akan memotivasi warga lain untuk ikut kembali peduli kepada masalah peternakan seperti ini," kata Widyo Sunaryo di Kupang, Rabu (28/9/2016).

Baca: Populasi Sapi di NTT Meningkat

Kapolda NTT Widyo Sunaryo mengatakan ketika para anggota polisi memiliki ternak sapi dan kemudian ternak itu beranak-pinak maka akan bisa meningkatkan kesejahteraan anggota polisi yang bersangkutan. Selain itu, secara tidak langsung juga akan mendukung program pemerintah daerah NTT.

"Ada Babin Kamtibmas saya yang aktif di bidang perikanan, di bidang perkebunan, peternakan seperti itu. Saya sangat mengapresiasi bahwa anak buah saya di lapangan banyak yang terjun di bidang Bimas pionir. Artinya apa? Mereka melakukan pendekatan kepada warga masyarakat, melalui kegiatan-kegiatan yang bisa ikut mensejahterakan masyarakat, " lanjut Widyo Sunaryo.

Pemerintah NTT telah menetapkan ambisi untuk mengembalikan NTT sebagai lumbung ternak nasional. Hasil survei Dinas Peternakan NTT menunjukkan populasi ternak potong terutama sapi potensial di daratan Pulau Timor dan Sumba mencapai 860 ribu ekor lebih. Populasi itu mulai dari pedet atau anak sapi hingga sapi siap potong.

Populasi ternak di NTT terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2014 populasi ternak sapi NTT berjumlah 856 ribu ekor dan pada 2015 menjadi 869 ribu ekor lebih.

Pemerintah NTT melarang peternak untuk mengirim sapi betina produktif ke Pulau Jawa. Larangan itu diberlakukan karena ternyata masih ada peternak yang mengirim sapi betina masih produktif ke luar daerah.

Baca: Tekan Impor Sapi, Jokowi dan Pemprov NTT Buat Kesepakatan

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!