Ini Cara BNN dan Kemenkumham Tekan Peredaran Narkoba di Nusakambangan

Setidaknya dua personil disiagakan di Dermaga Penyeberangan Khusus Pulau Nusakambangan

Rabu, 07 Sep 2016 11:07 WIB

Pengamanan di Lapas Nusakambangan. Foto: Antara

KBR, Cilacap– Badan Nasional Narkotika (BNN) dan Kementerian Hukum dan HAM bekerjasama menekan peredaran narkoba di Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah.

Kepala BNN Kabupaten Cilacap, Edy Santosa mengatakan BNN menempatkan setidaknya dua personil di Dermaga Penyeberangan Khusus Pulau Nusakambangan untuk turut mengecek kemungkinan masuknya narkoba ke Lapas. Secara berkala, BNN dan kepolisan juga melakukan cek urine terhadap seluruh penghuni dan petugas Lapas.

Tes urine juga dilakukan BNN terhadap seluruh pengunjung Lapas Narkotika, termasuk tes acak (random) pengunjung lima Lapas lain yang berada di Pulau Nusakambangan.

“Kami hanya antisipasi saja. Isu (Pengendalian narkoba dari Lapas) kan bisa saja seperti itu. Nah, untuk antisipasi kita punya langkah-langkah seperti itu. Itu sudah kami koordinasikan dengan Pak Kepala Kanwil Kemenkumham dan Kepala Lapas Nusakambangan,” jelasnya, Rabu (7/9/2016).

Terkait dengan dugaan pengendalian narkoba dari dalam Lapas Nusakambangan, Edy mengakui pihaknya baru melakukan pendalaman. Dalam hal ini, kata dia, pihaknya bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Ia berjanji akan memberikan keterangan setelah penyelidikan selesai dilakukan.

Pada pertengahan Agustus lalu, Polda Jawa Tengah menangkap seorang pengedar shabu di Semarang. Dalam pengembangan, ada dugaan shabu tersebut diperoleh dari seorang napi yang ada di Nusakambangan.

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

RKUHP, Koalisi Kebebasan Pers Sangsi Audiensi dengan DPR Bawa Perubahan

  • BMKG : Kemarau di Aceh Berlanjut Hingga Maret
  • Israel Beli Minyak Ke ISIS
  • TC Tahap Dua TImnas, Milla Tak Panggil Evan Dan Ilham

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.