Atlet Selam JatimPricillia Gunawan bersama atlet Jatim Angelina Sugianto (kiri) dan atlet DKI Jakarta Daveena Gerungan menunjukan medali yang diraihnya usai menyelesaikan nomor Surface 800 meter putri PON XIX Jabar di Kolam renang catherine, Cirebon, Jum



KBR, Cirebon- Di hari pertama Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, Kontingen Jawa Timur  merebut medali emas terbanyak di cabang olahraga Selam Nomor Kolam. Tim Jatim sendiri memperoleh empat medali emas dari enam medali yang diperebutkan. Emas pertama diraih oleh Janis Rosalita Suprianto dari nomor 100 meter surface putri, disusul oleh Dio Novandra Wibawa dari nomor 100 meter surface putra, Pricillia Gunawan nomor 800 meter surface putri, dan Guntur Pratama Putra dari nomor 100 meter bifins putra.

Ketua KONI Jawa Timur Erlangga Satriagung mengatakan,   menargetkan memperoleh delapan medali emas dalam pertandingan cabang selam kolam dan laut.

“Hari pertama sudah mendapatkan empat medali emas, itu sebuah prestasi dan kebanggaan,” ujarnya, Jumat (16/09/2016).

Selain Jawa Timur, emas lainnya dari cabang selam kolam, diraih oleh Margaretha Herawati dari Papua yang bertanding di nomor 100 meter bifins putri  dan Reinhard Tomel dari DKI Jakarta yang memenangi pertandingan di nomor 800 meter surface putra.

Reinhard bangga meski tak pecahkan rekor.

“Saya berlatih cukup lama, bahkan hingga ke Hungaria. Walaupun belum bisa memecahkan rekor, ini merupakan kebanggaan buat saya,” kata Reinhard.

Menurut Reinhard, latihan keras yang dilakukan sebelum pertandingan PON berlangsung, dibayar tunai dengan raihan satu emas untuk DKI Jakarta. DKI Jakarta   memasukkan sejumlah atletnya dalam final kelas kolam mini, namun hanya bisa memenangi satu medali emas.

“Masih ada kesempatan besok untuk mendapatkan tambahan medali,” kata Poppy, asisten Manager Tim Selam DKI Jakarta.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!