Jika di sejumlah daerah harga sapi untuk ibadah kurban naik, kebalikannya di Pamekasan Madura Jawa Timur. Harga sapi justru turun karena berkurangnya permintaan. (Foto: ANTARA)



KBR, Bondowoso – Harga hewan ternak di Kabupaten Bondowoso mulai naik menjelang Hari Idul Adha atau Hari Raya Kurban yang jatuh 12 September mendatang.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso Dwi Wardhana mengatakan saat ini harga ternak baik sapi dan kambing naik di kisaran 10 persen – 20 persen. Dinas Peternakan memperkirakan kenaikan akan terus terjadi hingga H-2 Idul Adha.

"Memang ada kenaikan dari harga biasa. Kalau biasanya sapi harganya Rp10 juta, sekarang sudah ada di kisaran Rp13 juta hingga Rp15 juta. Jelang hari H biasanya akan naik lagi hingga 30 persen. Kambing juga sama. Sekarang harganya antara Rp2 juta–Rp3 juta per ekor. Padahal di hari biasa harga kambing Rp1,5 hingga Rp1,8 juta per ekor," kata Dwi Wardhana kepada KBR, Selasa (6/9/2016).

Baca: Mentan Klaim Kebutuhan Sapi Idul Adha Aman

Dwi memastikan stok hewan ternak di Bondowoso aman menjelang Idul Adha. Dwi mengatakan Bondowoso merupakan salah satu lumbung ternak di Jawa Timur. Dinas Peternakan juga memantau penjualan hewan ternak Bondowoso yang dikirim keluar daerah.

"Target kita populasi sapi terus bertambah 5 persen setiap tahun. Jadi Idul Adha tahun ini tetap kita pantau penjualan keluar daerah agar tak ada sapi betina produktif yang dijual atau disembelih," ujarnya.

Bondowoso berada di urutan keempat sebagai kabupaten penghasil ternak terbesar di Jawa Timur. Saat ini populasi sapi di Bondowoso menyentuh angka 210 ribu ekor sapi. Sementara Jawa Timur berada di peringkat pertama sebagai provinsi dengan populasi ternak terbanyak di Indonesia dengan jumlah populasi ternak mencapai 4,3 juta ekor.

Baca: Jatim Targetkan Kelahiran 1 Juta Sapi per Tahun

Editor: Agus Luqman
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!