Hampir Setengah Hutan Mangrove di Kabupaten Malang Rusak

"Jadi kami punya kelompok pengawas masyarakat di tiap desa pesisir. Setiap tahun tak kurang dari lima sampai sepuluh hektar yang direhabilitasi,”

Jumat, 09 Sep 2016 13:41 WIB

Ilustrasi: Hutan Mangrove (foto: Antara)



KBR, Malang– Ratusan hektare hutan mangrove di pesisir selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, rusak. Setiap tahunnya, program rehabilitasi mangrove hanya mencakup seluas lima sampai sepuluh hektare.
 
Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang, hutan mangrove di pesisir pantai Kabupaten Malang seluas 343,5 hektar. Dari luasan itu, yang mengalami kerusakan seluas 161,1 hektar. Hutan mangrove paling banyak berada di pesisir pantai kawasan Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
 
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang, Nasri Abdul Wahid mengatakan, mulai 2015 lalu seluruh program rehabilitasi mangrove menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan masyarakat pesisir sebagai pelaksana rehabilitasi.

“Anggaran dari provinsi, sedangkan kelompok masyarakat dan pegiat lingkungannya dari desa setempat. Jadi kami punya kelompok pengawas masyarakat di tiap desa pesisir. Setiap tahun tak kurang dari lima sampai sepuluh hektar yang direhabilitasi,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang, Nasri Abdul Wahid, Jumat (09/09).

Dahulu, perilaku warga pesisir menebang pohon untuk kayu bakar memiliki andil penting terhadap kerusakan mangrove. Namun sejak lima tahun terakhir pemerintah daerah setempat gencar menyosialisasikan daur ulang limbah kotoran ternak untuk dimanfaatkan sebagai energi biogas pengganti kayu bakar.

Editor: Rony Sitanggang
  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wakapolri Tegaskan Tak Ada Pengamanan Khusus terkait Rencana Kembalinya Rizieq

  • JK Bantah Asian Games 2018 Kekurangan Dana
  • 5 Kecamatan di Karo Gelap Gulita Akibat Erupsi Sinabung
  • Netanyahu Kecam Pernyataan PM Polandia Soal Dalang Holocaust

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.