Gaet Wisatawan Nikmati Pulau Komodo, Ini yang Dilakukan Pemprov

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, festival itu akan menarik para wisatawan ke NTT.

Sabtu, 10 Sep 2016 23:08 WIB

Ilustrasi: Pagelaran seni di Nusa Tenggara Timur. (Foto: Antara)



KBR, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berencana menggelar Festival Tari Caci demi mendukung aktivitas wisata di Pulau Komodo. Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, festival itu akan menarik para wisatawan ke NTT.

"Ini sebuah warisan budaya dari nenek moyang leluhur kita, yang penting untuk dilestarikan. Memang masyarakat Manggarai masih menghargai dan berupaya melestarikan tarian caci ini. Dan suatu ketika kita menjadikan ini sebagai branding pariwisata juga untuk mendukung komodo pasti menjadi sangat lebih bagus," kata Frans dalam kunjungannya di Desa Ranggu, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu (10/9/2016).

Dengan begitu, kata dia, wisatawan tak hanya disuguhi satwa komodo dan keindahan alam NTT, melainkan juga Tari Caci sebagai bagian budaya NTT.

"Mudah-mudahan suatu ketika kita bisa menyelenggarakan Festival Tarian Caci untuk mengajak semua orang, wisatawan datang melihat tarian caci, komodo dan seluruh keindahan alam lainnya di seluruh Nusa Tenggara Timur," imbuhnya.

Tari Caci adalah kesenian tradisi masyarakat Manggarai di Flores, NTT. Tarian ini adalah sejenis tarian perang yang dimainkan oleh dua laki-laki. Keduanya saling bertarung menggunakan cambuk dan perisai sebagai senjata. Lantas gerakan-gerakan mereka diiringi bunyi gong dan gendang.

Baca juga:

Lazimnya, Tari Caci dimainkan saat syukuran musim panen, ritual tahun baru, upacara pembukaan lahan, atau upacara adat besar lainnya.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya menyampaikan gagasan tersebut saat berkunjung ke Labuan Bajo, Manggarai Barat. Selain membuka Musyawarah Provinsi Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN NTT), ia juga berkunjung ke desa-desa penerima program Desa Mandiri. Salah satunya Desa Ranggu. Kata dia, setiap berkunjung ke Manggarai, warga selalu menyuguhkan Tarian Caci.






Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Arus Balik di Terminal Bus Tegal Mulai Ramai

  • Jalur Puncak Arah Jakarta Mulai Dipadati Pemudik
  • Tiga Aktivis Buruh di Cina Dibebaskan dengan Jaminan
  • Pencipta Karakter Paddington Meninggal

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?