DPRD Rembang: Moratorium Minimarket Tak Serius

"Kalau memang belum ada izinnya, mbok yao jangan diperbolehkan beroperasi."

Senin, 12 Sep 2016 18:01 WIB

Ilustrasi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Rembang– DPRD Rembang, Jawa Tengah menganggap gagasan moratorium atau penghentian sementara izin minimarket atau pasar modern yang digulirkan oleh pemkab, tidak serius. Nyatanya, sampai sekarang minimarket baru tetap saja bermunculan. Bahkan beberapa diantaranya belum mengantongi izin lengkap, namun tetap nekat beroperasi.

Anggota komisi ekonomi DPRD Rembang, Yudhianto mencatat dari total 43 minimarket, ada 5 lokasi yang belum membereskan izin, tapi sudah buka. Menurutnya, kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk dikemudian hari.

"Untuk kedepannnya kita ingatkan jangan asal mengobral izin, dikontrol dulu dan dipastikan. Kalau memang belum ada izinnya, mbok yao jangan diperbolehkan beroperasi. Sebenarnya boleh–boleh saja mendirikan minimarket, tapi rambu–rambu aturannya kan sudah jelas," ungkapnya kepada KBR, Senin (12/09).

Menanggapi masalah tersebut, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan sudah memerintahkan kepada Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT), untuk menghentikan izin baru minimarket sampai batas waktu yang belum ditentukan. Sedangkan bagi yang sudah terlanjur berdiri dan mempunyai izin, maka saat perpanjangan izin, harus menyesuaikan Perda.

Abdul mencontohkan, apabila terlalu dekat dengan pasar tradisional, izin tak akan diperpanjang. Pasalnya sesuai perda, jarak minimal antara pasar tradisional dengan minimarket harus berjarak 2 kilometer.
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.