KBR, Bogor- Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman sesumbar jika survey aplikasi Waze yang menyebutkan Kota Bogor sebagai kota dengan tingkat kepuasan berkendara terburuk di dunia bakal terpatahkan dalam 5 tahun ke depan.

Kata Usmar, saat ini pihaknya tengah melakukan penambahan infrastruktur jalan  untuk menjawab solusi kemacetan.  Menurutnya, salah satu penyebab kemacetan di Kota Bogor adalah jumlah kendaraan yang bertambah dan infrastruktur yang masih stagnan.

"Saya rasa lima tahun beres. Infrastruktur kita selesai, jalan-jalan yang tertunda dalam 5 tahun beres, lantas angkutan transportasi massal beres, angkot berbadan hukum, shift angkot beres. (Termasuk jalur R3 dan BIR?) ya saya rasa beres," katanya saat ditemui KBR, Selasa (20/9/2016).

Usmar menjelaskan, saat ini ada beberapa jalur alternatif yang sedang dikerjakan, yakni Jalur arteri R2 di Bogor Utara dan Regional Ring Road (R3).  Sementara untuk Bogor Iner Ring Road (BIRR) saat ini masih proses pembebasan lahan.

"R2 dan R3 masih terus saya pantau agar bisa selesai tepat waktu, karena yang R3 kita sempat mangkrak. Tapi tahun ini digeber lagi. Kalau BIRR sedikit lagi pembebasan lahannya selesai, karena banyak lahan yang dihibahkan dari pengusaha juga untuk pembangunan ini," jelasnya.

Sebelumnya, aplikasi penunjuk jalan Waze merilis indeks kepuasan berkendara hasil survei seluruh pengguna aktifnya untuk menentukan kota terburuk dan terbaik untuk dilewati. Hasil survei menunjukkan kota Bogor, Jawa Barat, menempati urutan kedua sebagai kota dengan tingkat kepuasan berkendara terburuk di dunia. 

Bogor mendapatkan penilaian indeks terendah kedua di dunia dari 38 negara yang disurvei oleh waze. Bogor mendapatkan nilai 2,15 dan menduduki peringkat 185. Di atas Bogor hanya Kota Cebu di Filipina yang mendapat skor 1,15 sekaligus mendapatkan predikat kota terburuk untuk berkendara.

Selain Bogor, terdapat delapan kota asal Indonesia lainnya yang juga mendapatkan penilaian rendah. Di antaranya Denpasar di peringkat 183, Bandung 182, Surabaya 181, Jakarta 178, Medan 168, Yogyakarta 150, Malang 146, dan Semarang di peringkat 145.

Indeks kepuasan berkendara dirilis di laman web resmi Waze dengan judul 'Waze Index Reveals Where in the World are the Best and Worst Places to be a Driver' pada Kamis (15/9/2016) lalu.  Ini merupakan indeks tahunan kedua, dengan mencantumkan enam indikator diantaranya kepadatan dan keparahan lalulintas, keselamatan perjalanan, kualitas dan infrastruktur jalan, kemudahan akses ke SPBU dan parkir, analisa dampak sosial ekonomi, dan perasaan pengguna waze. 

Editor: Malika


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!