Ajang balap sepeda Tour de Flores 2016. (Foto: manggaraikab.go.id)



KBR, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan pemerintah kabupaten di Daratan Timor tengah membahas persiapan helatan balap sepeda Tour de Timor. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparektif) NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, koordinasi antar pemda dilakukan untuk menyiapkan destinasi wisata di masing-masing kabupaten yang dilalui para pebalap.

"Khusus untuk daratan Timor yang akan meyelenggarakan tour de timor mulai dari Dili sampai Kupang, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur dan pemerintah kabupaten se daratan Timor sedang berkoordinasi untuk bisa menyiapkan destinasi wisata disepanjang pulau Timor," ujar Marius Ardu di Kupang, Sabtu (24/9/2016).

Sehingga, lanjutnya, wisatawan yang mengikuti Tour de Timor sekaligus bisa menikmati keindahan alam dan kota di provinsi ini.

"Bisa menikmati keindahan kota-kota kabupaten di daratan timor ini. Pemerintah kabupaten se-daratan timor saat ini memang sedang bersiap-siap untuk mengikuti kegiatan tour de timor," ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Marius Ardu Jelamu menjelaskan, titik mula (start) Tour de Timor dimulai dari Dili, Timor Leste dan akan berakhir di Kota Kupang. Rancangan kegiatan yang akan berlangsung pada November ini masih terus dimatangkan.

Baca juga:

Ajang ini sekaligus juga mengambil misi memperkenalkan berbagai potensi wisata di Nusa Tenggara Timur. Melalui Tour de Timor, pemerintah daerah juga ingin menunjukkan citra NTT sebagai destinasi wisata yang aman dan layak dikunjungi.

Marius pun menambahkan, pada Tour de Timor ini para pebalap akan melewati empat etape. Etape pertama dengan rute Dili (Timor Leste)-Atambua Belu, kemudian Atambua Belu-Kefamenanu Timor Tengah Utara, berlanjut Kefamnanu TTU-So'E TTS, dan etape terakhir So'E TTS-Kota Kupang.




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!