Defisit Anggaran, Pemkab Nunukan Minta Biaya Berobat RSUD Dinaikkan

Usulan itu diajukan pemerintah daerah dengan alasan pemerintah mengalami defisit anggaran. Selain itu, kenaikan biaya berobat juga untuk menaikkan insentif bagi tenaga medis.

Rabu, 21 Sep 2016 16:12 WIB

Gedung RSUD Nunukan, Kalimantan Utara. (Foto: Adhima/KBR)



KBR, Nunukan - Kalangan anggota DPRD Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menolak usulan kenaikan biaya berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Nunukan.

Usulan itu diajukan pemerintah daerah dengan alasan pemerintah mengalami defisit anggaran. Selain itu, kenaikan biaya berobat juga untuk menaikkan insentif bagi tenaga medis.

Anggota DPRD Nunukan Muhammad Nasir mengatakan, usukan kenaikan biaya pengobatan ke rumah sakit di Nunukan merupakan keputusan yang tidak populer mengingat defisit anggaran di daerah juga berakibat turunnya perekonomian masyarakat.

Nasir mengatakan kenaikan biaya pengobatan di rumah sakit akan sangat memberatkan warga.

"Terkait menaikkan secara umum, kami minta untuk sementara ditunda dulu, karena pertimbangan konsidi ekonomi. Biar bagaimanapun yang namanya defisit anggaran sekarang ini berpengaruh kepada masyarakat," kata Muhammad Nasir di Nunukan, Rabu, (21/9/2016).

Muhammad Nasir menambahkan, meski belum mengetahui besaran usulan kenaikan biaya pengobatan RSUD, kenaikan biaya pengobatan akan akan berdampak psikologis bagi masyarakat maupun Bupati Nunukan yang baru menjabat beberapa bulan.

Terkait defisit anggaran yang dihadapi pemerintah daerah, dia menyarankan pemerintah daerah mengambil langkah lain seperti meminjam ke pihak ketiga seperti perbankan.

Usulan kenaikan biaya pengotan RSUD Nunukan saat ini masih dalam bentuk draf. Pemerintah daerah Kabupaten Nunukan menyebut mereka masih berhutang Rp670 juta kepada Rumah Sakit Umum untuk merawat TKI terlantar yang dideportasi dari Malaysia.

Baca: Tak Ada Anggaran, 4 Dermaga Fery Nunukan Terancam Ambruk

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau