Debu Batubara Sebabkan Kebakaran di PLTU Kumai Kotawaringin Barat

"Itu batubara kan ada yang bertebaran karena angin dan menempel di dinding-dinding gedung, dan akhirnya menyebabkan terbakar dengan sendirinya"

Rabu, 28 Sep 2016 22:19 WIB

Kebakaran di PLTU Kumai Kotawaringin Barat. (Foto: KBR/Alex G.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Pangkalan Bun- Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah yang dikelola PT Exploitasi Energi Indonesia terbakar, Rabu (28/9/2016) malam. Api membakar ruang conveyor III di lantai enam gedung PLTU Kumai.

Menurut Manager PLTU Kumai Darmawan, kebakaran disebabkan karena debu batubara tertiup angin dan menempel di dinding-dinding gedung. Kemudian, debu itu mengalami pemanasan  dari tumpukan batubara di bawahnya dan terbakar.

"Itu batubara kan ada yang bertebaran karena angin dan menempel di dinding-dinding gedung, dan akhirnya menyebabkan terbakar dengan sendirinya atau self combustion definition," kata Darmawan, Rabu (28/09).

Darmawan meminta masyarakat tidak panik dengan adanya peristiwa ini. Dia menjamin kebakaran ini tidak berpengaruh pada pasokan listrik ke PLN Rayon Pangkalan Bun. PLTU Kumai menyuplai 5 Megawatt dari total 30 Megawatt kebutuhan listrik di Kotawaringin Barat.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?