Ilustrasi (Foto: setkab.go.id)



KBR, Mataram- Penundaan pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) yang dilakukan pemerintah pusat memberikan pengaruh yang sigifikan terhadap sejumlah program pemerintah Kota Mataram. Dana pada Dinas Kebersihan yang hilang itu mencapai sekitar Rp 5 miliar, sehingga berpengaruh terhadap fasilitas kebersihan.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Mataram Dedy Supriadi Rabu (07/09) di Mataram merincikan, biaya operasional yang bersumber dari DAU termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan dinas para pegawai akan dikurangi sampai akhir tahun ini. Sementara untuk fasilitas kebersihan yang tidak bisa diadakan tahun 2016 ini yaitu transfer depo, mesin pengepres sampah, alat penyapu jalan dan beberapa fasilitas kebersihan lainnya.

"Hampir Rp 5 miliar yang dihilangkan, jadi termasuk BBM untuk kendaraan dinas dari September sampai Desember, baik roda dua maupun roda empat,"  kata Dedy Supriadi, Rabu (7/09/2016).

Dedy berencana mengusulkan untuk pengadaan semua fasilitas kebersihan tersebut pada tahun 2017 mendatang jika keuangan daerah kembali normal. Sementara, volume sampah yang dihasilkan di Kota Mataram dalam sehari yaitu sekitar 1.300 meter kubik.

Jumlah penundaan DAU Kota Mataram dalam sebulan yaitu sebesar Rp 22 miliar. Sementara penundaan pencarian ini akan terjadi sampai akhir tahun 2016 ini. Sehingga sejumlah program di beberapa SKPD akan ditunda.

Pemkot Ternate Tak Terpengaruh Pengurangan Dana
Sementara itu Pemerintah Kota Ternate mengaku tidak terpengaruh dengan kebijakan pemerintah pusat mengurai Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kota Ternate senilai Rp 12 miliar termasuk pengurangan dana bagi hasil senilai lebih dari Rp 3 miliar.

Sekretaris Daerah Kota Ternate Tauhid Soleman mengatakan untuk menutupi pengurangan itu, pihaknya akan menggejot Pendapatan Asli Daerah untuk menutupi kekurangan Anggaran pada APBD-P 2016.

"Torang (kita-red) harus menggenjot PAD dengan sisa waktu yang ada, apalagi torang dihadapkan dengan adanya pengurangan dana dari pusat. Untuk itu torang harus ada strategi untuk mengupayakan agar dengan sisa waktu yang ada harus ada peningkatan PAD sehingga pembiayaan kegiatan yang ada ini torang tidak berharap dari pusat," katanya kepada wartawan di Ternate.

Sebelumnya pemerintah kota ternate telah menggunakan anggaran senilai Rp 38 miliar mendahului APBD-P 2016. Namun, penggunaan anggaran itu telah disetujui oleh DPRD. Dan dalam APBD-P 2016 pemerintah kota ternate mengajukan kegiatan senilai Rp 8 miliar yang akan dibahas bersama dengan DPRD.

Editor: Dimas Rizky 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!