Cuaca Labil, Pendaki Gunung Slamet Diminta Lebih Waspada

Pendakian Gunung Slamet, Purbalingga, Jawa Tengah tetap ramai meskipun cuaca tak menentu.

Sabtu, 03 Sep 2016 17:39 WIB

Suasana pos pendakian Gunung Slamet di Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (3/9/2016). (Foto: KBR/ Nurhikmah)

KBR, Purbalingga - Pendakian Gunung Slamet, Purbalingga, Jawa Tengah tetap ramai meskipun cuaca tak menentu. Atas kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat Gunung Slamet mengimbau para pendaki untuk lebih waspada. Sebab belakangan, jalur pendakian kerap secara tiba-tiba diguyur hujan deras.

Kendati demikian, Ketua Reaksi Cepat Gunung Slamet Purbalingga, Seno Aji mengatakan jalur pendakian tetap dibuka. Timnya, kata dia, selalu siap siaga 24 jam di sejumlah titik pos.

"Cuaca hujan tidak menentu, namun para pendaki tetap banyak. Dan saat ini ada 2 jalur pendakian. Yang umum adalah jalur Bambangan, sedangkan awal tahun 2016 dibuka jalur baru, yakni jalur Gunung Malang di Desa Serang. Jalur sudah diberi rambu, karena perlintasan di Gunung Malang tergolong cukup extrim," jelas Seno kepada KBR, Sabtu (3/9/2016).

Baca juga:

Seno pun menjelaskan, jumlah pendaki pada Agustus lalu mencapai 1.300 orang lebih. Setiap akan memulai perjalanan, kata dia, pendaki selalu diarahkan untuk selalu mematuhi rambu-rambu petunjuk dan berjalan secara berkelompok. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan kendala perjalanan akibat pengaruh cuaca buruk.

Dia menambahkan, jalur Gunung Malang saat ini belum menjadi akses favorit para pendaki seperti jalur Bambangan. Padahal waktu tempuh pendakian dari jalur Gunung Malang, menurutnya lebih singkat yakni sekitar lima jam bagi pendaki profesional.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.