Ilustrasi. (Antara)

Ilustrasi. (Antara)

KBR, Waingapu- PT Perusahaan Listrik Negara PLN (Persero) Sumba Timur, NTT memperpanjang masa pemadadaman listrik bergilir di wilayahnya. Dalam pengumuman sebelumnya jadwal pemadaman bergilir dari awal September hingga 27 September 2016. Namun dalam pengumuman terbaru, pemadalam listrik bergilir di Sumba Timur akan dilakukan sampai 10 Oktober 2016.

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Sumba Timur I Made Agus Riadi menyampaikan baru 1 unit mesin pembangkit listrik yang selesai diperbaiki.

"1 Unit mesin pembangkit listrik 650 KW sudah beroperasi, 3 mesin lainnya masih dalam pemeliharaan, sehingga kalau yang lalu devisit daya kita 1.95 Mega Watt, sekarang devisit daya listrik tinggal 1,3 Mega Watt," jelas I Made Agus Riadi, Rabu (28/09/2016).

Sementara itu Kepala Puskemas Waingapu Dokter Gigi Ilmiyani Rambu Ipu Landudjama berharap pemadaman listirk bergilir tidak diperpanjang lagi. Ilmiyani mengatakan dirinya khawatir dengan penyimpanan vaksin di puskesmas bila pemadaman listrik cukup panjang. Pasalnya vaksin yang ada di penyimpanan Puskesmas cukup rentan rusak bila suhu tidak sesuai.

"Untuk keadaan yang sekarang ini, kemarin-kemarin pas pemadaman itu kan kadang pagi juga dipadamkan, tetapi itu mungkin pengaruhnya lebih pada saat pembuatan obat, jadi kayak untuk obat puyer, jadi untuk obat yang harus digerus itu kan harus pake mesin, ada mesinnya yang nyala mesti konek listrik, nah itu kita kadang kewalahan, karena pasien kita di sini cukup banyak," kata Ilmiyani.

Dari pantauan KBR perpanjangan pemadaman listrik bergilir oleh PLN Rayon Sumba Timur terbagi dalam 4 blok antara pukul 18.00-23.00 WITA. Pemadaman listrik bergilir pada 28 September, 02, 06 dan 10 Oktober 2016 di Melolo. Sementara pemadaman listrik bergilir pada 29 September, 03 dan 07 Oktober 2016 di Pertamina, dan Waingapu.

Selanjutnya, pemadaman listrik bergilir pada 04 dan 08 Oktober 2016 di Payeti, dan Lambanapu. Pemadaman listrik bergilir pada 01, 05 dan 09 Oktober di Radar, Radamata, dan Matawai.

Editor: Dimas Rizky 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!