Monyet hitam Yaki (macaca nigra) endemik Sulawesi Utara diserahkan ke BKSDA. (Foto: KBR/Zulkifli M.)



KBR, Manado- Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM) f/21 memfasilitasi penyerahan dua ekor Yaki (Monyet hitam Sulawesi) dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulut ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  Sulut. Dari identifikasi kedua ekor Yaki itu  dari jenis jenia Macaca Nigra dan Macaca Nigrescens berkelamin betina.

Kedua ekor Yaki itu, merupakan pemberian warga Bolmong kepada pejabat di   BPNB Sulut. Melalui pendekatan, pihak BPNB Sulut bersedia menyerahkan satwa endemik terancam punah itu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut dan dititipkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki untuk direhabilitasi sebelum dilepasliarkan.

Kepala  BKSDA  Sulut, Sudiyono menjelaskan, populasi satwa langka monyet hitam Sulawesi atau Yaki di Sulawesi Utara mulai sedikit yaitu selain habitat semakin menyempit juga vegetasinya sudah semakin berkurang. Saat ini diperkirakan hanya mencapai 5000 ekor dan 2000 ekor di kawasan konservasi yang sisanya hidup liar.

"Hari ini kita lakukan penyerahan macaca dan penyerahan ini merupakan penyerahan sukarela dari masyarakat kepada kita yang bersifat sukarela karena Satwa jenis ini sangat dilindungi." Ujar Kepala  BKSDA  Sulut, Sudiyono, Rabu (21/09).

Sementara itu dari  BPNB  Sulut, Magdalena Sumarauw mengatakan, Satwa langka  yang diserahkan warga   Kabupaten Bolaang Mongondow tersebut sudah hampir satu bulan di kandang.




"Yang di kita ini baru sebulan, karena ini pemberian dari Bolaang Mongondow ketika kepala balai melaksanakan tugas di daerah tersebut." Ujar Magdalena Sumarauw.

Dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Pasal 21 ayat 2 menyatakan larangan bagi setiap orang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!