Ilustrasi: Banjir di Banyuwangi (Foto: Hermawan/KBR)



KBR, Manado- Seorang bayi berusia 2 bulan menjadi korban tewas akibat banjir pada Sabtu (24/9) lalu di Kampung Bahoi, Desa Bahoi, Kecamatan Manganitu, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, hingga kini belum ditemukan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, Noldy Liow menjelaskan, sampai sekarang pihaknya dibantu TNI dan Polri serta Tim SAR masih terus mencari korban bayi  yang terseret arus banjir tersebut.

Selain mengakibatkan korban jiwa kata Liow, banjir juga menyebabkan kerugian material mencakup 4 rumah rusak berat dan 4 rumah rusak ringan.

"Ada 4 rumah rusak berat dan 4 rumah rusak ringan serta bayi yang hanyut belum ditemukan. Dihimbau juga masyarakat agar di musim penghujan ini agar selalu waspada," ujarnya.

Liow menambahkan, sampai saat ini BPBD setempat bersama masyarakat dan Dinas Pekerjaan Umum melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing material longsor dan lumpur. Dia menghimbau, masyarakat untuk siaga dan waspada terhadap potensi banjir dan longsor bagi mereka yang berada di kawasan perbukitan maupun yang berada di sekitar bantaran sungai.

Bencana ini dipicu hujan dengan intesitas yang tinggi dan kondisi desa yang berada di kawasan perbukitan.

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!