Warga di Desa Jambewangi Banyuwangi Jawa Timur sedang memanen ternak lele di kolam ikan air tawar miliknya. (Foto: Hermawan)



KBR, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur terus menggerakan Program Sepuluh Ribu Kolam Air Tawar di daerahnya.

Gagasan membuat program Gerakan Sepuluh Ribu Kolam Ikan Air Tawar dimulai sejak tahun 2012.

Bupati Banywuangi Abdullah Azwar Anas mengatakan program itu untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus mengangkat ekonomi warga.

Dengan program ini, kata Anas, pasokan ikan dari warga bertambah dan bisa melengkapi perikanan tangkap yang terkadang kurang stabil. Selain itu budidaya ikan di kolam air tawar juga bisa meningkatkan ekonomi warga.

Gerakan tersebut tidak membutuhkan areal khusus. Cukup memanfaatkan pekarangan kosong dan surplus air.

Bupati Azwar Anas mengklaim sampai September ini jumlah kolam ikan air tawar di Banyuwangi telah melampaui target. Dari target 10 ribu kolam, saat ini jumlah kolam ikan air tawar mencapai 13.015 kolam. Ada warga yang mempunyai lebih dari dua kolam.

Dari program ini, kata Azwar, tiap tahun Banyuwangi memanen 3.700 ton ikan air tawar dengan perputaran uang mencapai Rp55 miliar.

"Dari program 10 ribu kolam ikan ternyata ini mendapatkan respon yang baik. Perkembanganya kini sudah ada 13 ribu kolam ikan lebih. Progresnya bagus dan kita perlu ada pelopor-pelopor di setiap desa. Ini contoh bagaimana  mereka bisa menularkan ide-ide terkait pembuatan kolam. Ada kolam lele, ada juga kolam ikan hias dan hasilnya cukup bagus," kata Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Selasa (20/9/2016).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi Pudjo Hartanto menambahkan, tumbuhnya usaha budidaya ikan air tawar tidak menjadikan pasar semakin sempit. Justru sampai saat ini permintaan ikan air tawar terus meningkat.

Untuk wilayah Banyuwangi per tahun kebutuhan ikan mencapai 48 ribu ton, sementara panen ikan kolam air tawar baru 3,700 ton per tahun, sehingga masih membutuhkan banyak pasokan.

Pudjo Hartanto mengatakan, untuk kelompok warga yang sudah berhasil berkembang, Pemkab Banyuwangi tidak lagi mengucurkan bantuan. Fasilitasi seperti pemberian bibit, pakan, terpal, dan beberapa peralatan lain difokuskan ke warga yang skala bisnis kolam ikannya masih terbatas.

Editor: Agus Luqman
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!