Panen jeruk di Desa Temurejo Banyuwangi Jawa Timur. Foto: KBR/Hermawan



KBR, Banyuwangi- Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ditetapkan sebagai pilot project kawasan sentra jeruk nasional oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, jeruk memang menjadi salah satu komoditas hortikultura buah andalan Banyuwangi, selain manggis, buah naga, dan durian.

Dengan ditetapkannya Banyuwangi sebagai pilot project oleh Kementerian Pertanian, Abdullah berharap sektor hortikultura jeruk di Banyuwangi bakal semakin cepat berkembang. Hal itu kata dia, diikuti dengan inovasi teknologi pertanian yang akan cepat masuk ke Banyuwangi untuk mendukung keberhasilan pilot project sentra jeruk nasional tersebut.

“Total pruduksi jeruk ini trenya memang luar biasa tinggi kalau dibanding 2011, produksinya hanya 103.268 ton. sekarang dengan target program holtikultura kita sudah 354.685 ton. Luar biasa ini tinggi produksinya  dan di desa Temurejo ini produksinya cukup besar sehingga desa Temurejo ini bisa kita jadikan salah satu centra jeruk dan buah naga,” kata Abdullah Azwar Anas, Jumat (23/9/2016).

Anas menambahkan, pihaknya telah mendorong pengembangan budidaya jeruk melalui fasilitasi sarana produksi, sekolah lapang bagi para petani, dan pelatihan penangkar benih. Peningkatan kinerja komoditas ini juga dilakukan dengan pengembangan budidaya jeruk jenis keprok. Sebelumnya, jeruk yang dibudidayakan petani Banyuwangi hanya jenis jeruk siam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Banyuwangi, Ikrori Hudanto, mengatakan, produksi jeruk Banyuwangi terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2011, produksi jeruk masih berkisar 103.268 ton dengan luas panen 10.727 hektare.

Produktivitasnya waktu itu mencapai 17,2 ton per hektare. Pada 2015, produksinya melesat menjadi 354.685 ton dengan luas panen 12.804 hektare. Produktivitasnya naik pesat menjadi 27,7 ton per hektare.

Kata dia, pemasaran jeruk Banyuwangi telah mencapai banyak daerah, mulai dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Bandung, Semarang, hingga ke Pulau Kalimantan.

“Bahkan beberapa pemasok dari Banyuwangi sudah masuk ke jaringan ritel modern di daerah-daerah tersebut, “ jelas Ikrori.

Editor: Malika 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!