Ilustrasi: Api membakar lahan hutan jati di Desa Tambak Ukir, Kendit, Situbondo, Jawa Timur. (Foto: Antara)



KBR, Situbondo - Asap tebal akibat kebakaran hutan di Taman Nasional Baluran Situbondo, Jawa Timur mengganggu arus lalu lintas jalan raya Pantai Utara Jawa-Bali. Menurut Wakil Kepala Kepolisian Situbondo Doni Setiawan Handaka, kebakaran terjadi tepat di kilometer 239 arah Surabaya. Arah angin yang kencang mengakibatkan api menjalar cepat dan melalap dedaun jati yang mengering. Asap tebal pun menyelimuti jalan raya.

Doni menyatakan belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Namun kata dia, biasanya api berasal dari tengah hutan lantas menjalar ke pinggiran hutan, hingga ke jalan raya jalur Pantura. Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, pihaknya akan menurunkan lebih banyak personil.

"Kemungkinan untuk langkah ke depan untuk percepatan agar tidak menjalar lebih jauh lagi atau lebih luas lagi, mungkin kita tempatkan pemadam kebakaran satu unit hingga dua unit," kata Doni di Situbondo, Kamis (15/9/2016).

"Kalau memang analisa dan evaluasi semakin meluas kita turunkan sampai dua unit lebih," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wakil Kepala Kepolisian Situbondo Doni Setiawan Handaka mengimbau masyarakat yang melintas di Hutan Baluran agar lebih berhati-hati. Sebab jalur yang menghubungkan Jawa dan Bali itu masih diselimuti asap tebal akibat kebakaran hutan.

Baca juga:

Meski begitu, ia memastikan, jajarannya bersama tim pemadam kebaran, BPBD Situbondo dan personil Perhutani Taman Nasional Baluran bersiaga di kawasan tersebut.

Kebakaran hutan di Taman Nasional Baluran menjadi langganan saban tahun. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat, hutan yang terbakar mencapai 63 hektare lebih tahun ini. Hutan jati Taman Nasional Baluran Situbondo yang terbakar itu mencakup wilayah Briu Hutan Baluran, Tekok Abu Hutan Baluran, Unggahan Asam, dan Telogo.

Baca juga: Satwa di Taman Nasional Baluran




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!