3 Korban Ledakan Kapal Gili Cat 2 Berangsur Pulih

Ketiga korban ini masing-masing mengalami cedera parah, seperti patah tulang pada kaki, cedera kepala, lalu tulang tengkorak retak.

Jumat, 16 Sep 2016 12:39 WIB

Tampak keluarga pasien menunggu di Rumah Sakit Bros, Denpasar, Bali pasca kecelakan kapal cepat Gili Cat 2, Jumat (16/9). Foto: Yulius Martony



KBR, Bali - Korban ledakan kapal cepat (fastboat) Gili Cat 2 yang menjalani operasi di rumah sakit Bros, Denpasar, Bali berangsur membaik. Juru Bicara RS Bros, Putu Marlita mengatakan operasi terhadap tiga korban dilakukan dokter ortopedi dan bedah syaraf.

"Tiga korban sudah selesai menjalani operasi kemarin malam dan sekarang sedang menjalani perawatan intensif untuk pemulihan. Kita lakukan observasi untuk keadaan umum sudah stabil, cuma memang perlu dilakukan observasi lebih lanjut untuk melihat perkembangan pasca operasi," ujarnya pada Jumat, 16 September 2016.

Putu menjelaskan, ketiga korban ini masing-masing mengalami cedera parah, seperti patah tulang pada kaki, cedera kepala, lalu tulang tengkorak retak. Menurutnya, salah satu korban sudah bisa diajak bicara, sedangkan dua korban lain masih dalam tahap pemulihan. Hingga saat ini belum ada keluarga yang menjenguk, tetapi konsulat Spanyol dan Austria sudah datang untuk menghubungi keluarga di negara asal. Sedangkan, pihak Jasa Raharja sudah mendatangi rumah sakit untuk membiayai pengobatan korban.

Hingga saat ini, korban tewas kecelakan kapal cepat ini sebanyak 2 orang. Mereka adalah Vanessa Fascual Fernandes, perempuan asal Spanyol dan Kathrin Zefferer, perempuan asal Austria. Jenazah berada di kamar mayat rumah sakit Sanglah. Sedangkan, 23 korban selamat dirawat di sejumlah rumah sakit. (dmr)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.