Tekan Angka HIV/AIDS, Situbondo Wajibkan Ibu Hamil Jalani Tes

Ini untuk menekan semakin bertambahnya jumlah penderita HIV/AIDS di kalangan ibu hamil.

Kamis, 09 Agus 2018 16:11 WIB

Ilustrasi HIV/AIDS (Foto: Antara)

KBR, Situbondo- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mewajibkan seluruh ibu hamil di daerahnya untuk menjalani tes HIV/AIDS.  Ini untuk menekan semakin bertambahnya jumlah pengidap  HIV/AIDS di kalangan ibu hamil.

Kepala Dinkes Situbondo Abubakar Abdi mengatakan,  sejak bulan Januari hingga Juli 2018 mengidap HIV/AIDS di Situbondo mencapai 96 orang. Dari jumlah tersebut, 20 orang telah meninggal. Kata Abubakar, puluhan orang yang terdeteksi positif mengidap HIV/AIDS di dalamnya terdapat ibu hamil.

Untuk memeriksa  ibu hamil ini, Dinkes Situbondo telah menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. Sebab, untuk  memeriksa ibu hamil ini, pihaknya harus jemput bola ke pedesaan dan daerah pelosok lainnya di Kabupaten Situbondo. Sebab, kesadaran masyarakat terutama ibu hamil untuk memeriksakan kesehatannya masih rendah.

“Kita bergerak ini semakin banyak dan jangan disembuyikan. Kemarin saya tantang semua lapisan masyarakat untuk periksa HIV/AIDS-nya, ada beberapa yang menanggapi secara positif, Banyak juga yang tidak menanggapi. Kemudian ibu hamil kita periksa, begitu ada ibu hamil langsung kita periksa,” kata Abubakar Abdi hari ini, Kamis (9/8) melalui sambungan telpon.

Abubakar Abdi menambahkan, penyebab tingginya mengidap HIV/AIDS adalah perilaku seks bebas atau sering berganti pasangan. Terlebih lagi, mengidap  HIV/AIDS telah menyentuh semua kalangan di Situbondo, yang usianya masih produktif, antara 20 hingga 40 tahun.

Sedangkan untuk ibu hamil yang terdeteksi penyakit yang belum ada obatnya ini berjumlah sekitar 32 orang sejak bulan Agustus 2017 hingga Juli 2018.

Editor: Fajar Aryanto

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".