Spesies Baru Kodok Merah Ditemukan di Gunung Ceremai

Balai Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC) menemukan spesies kodok merah jenis baru (Leptophryne Javanica).

Jumat, 03 Agus 2018 14:19 WIB

Kodok Merah di Gunung Ceremai, Kuningan, Jawa Barat. (Foto: Frans Mokalu)

KBR, Kuningan- Balai Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC) menemukan spesies kodok merah jenis baru. Spesies kodok yang menjadi keluarga baru di Gunung Ceremai adalah Kodok Merah (Leptophryne Javanica). Dengan begitu, spesies kodok di areal Gunung Ceremai, Jawa Barat, bertambah.

Kepala Balai TNGC, Kuswandono mengatakan, kodok merah jenis baru kerap ditemukan di Gunung Ceremai sejak tahun 2012 lalu. Penemuan spesies kodok merah itu diteliti oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kemudian ditetapkan sebagai spesies baru.

“Kami baru dapat rekapan hasil penelitiannya kemarin dan penetapan spesies baru ini sudah melalui penelitian beberapa tahun sebelumnya," katanya, Jumat, (03/08).

Hasil penelitian LIPI menyimpulkan kodok merah yang kerap ditemukan di kawasan Gunung Ceremai dan Kabupaten Majalengka ini berbeda dengan kodok lainnya, karena mempunyai ciri-ciri dan karakter khusus.  

“LIPI tidak hanya meneliti suara kodok. Sampel salah satu kodok diambil untuk meneliti DNA. Beberapa diantaranya adalah bentuk dan ukuran kecil 50 mm, tubuh dan anggota badan kodok cenderung ramping, ujung jari tangan dan kaki membulat. Dari segi fisik, tubuh kodok merah berbintik putih atau kuning. Warna merah berada di bagian bawah atau perut kodok serta di sela selaput kaki dan tangan kodok,” ungkapnya. 

Kendati kerap ditemukan spesies kodok merah, Kuswandono belum bisa memastikan jumlahnya.  

Penambahan spesies ini, ditemukan secara tidak sengaja setelah Balai Taman Nasional Gunung Ciremai mengadakan lomba foto flora-fauna di sekitar Lembah Ipukan, Gunung Ceremai.


Editor: Adia Pradana




Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".