Para Relawan Bangun Hunian Sementara untuk Pengungsi Gempa Lombok

Tiap satu unit hunian sementara itu memiliki luas 5x5 meter.

Kamis, 23 Agus 2018 18:56 WIB

Korban gempa Lombok mulai semangat membangun hunian sementara (Foto: Antara)

KBR, Mataram - Beberapa kelompok relawan sedang membangun hunian sementara baik di Lombok Utara maupun di Lombok Timur pascagempa yang memporak-porandakan daerah ini sejak 29 Juli lalu. Salah satu relawan yang kini membangun hunian sementara adalah Posko Penanggulangan Bencana Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI).

Koordinator Posko Penanggulangan Bencana PDUI dr. Kurnia Akmal Kamis (23/8) mengatakan, pihaknya berencana membangun sekitar 30 unit hunian sementara. Pada tahap awal ini sedang dibangun lima unit hunian sementara di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, dan Kabupaten Lombok Utara.

Tiap satu unit hunian sementara itu memiliki luas 5x5 meter yang terbuat dari bedek, kayu dan material bangunan tahan gempa. Idealnya, satu unit hunian sementara ditempati oleh satu kepala keluarga (KK), namun bisa ditempati oleh dua hingga tiga KK karena masih dianggap layak.

"Idealnya satu unit itu satu KK, namun apabila tak bisa seperti itu, satu unit ini untuk satu KK, misalnya 2-3 KK yang bisa masuk di dalamnya. Hunian sementara ini melebihi kapasitas satu tenda besar ukuran terpal 4x6 atau 5x7 meter, lebih layak hunian sementara ini," kata Kurnia di Mataram, Kamis (23/8/2018).

"Sementara di terpal itu bisa dihuni 7-8 KK di dalamnya. Jauh lebih layak dan aman di hunian sementara karena memiliki pondasi dan sanitasi juga kami sudah standarkan," tambahnya.

Baca juga:

Kurnia Akmal mengatakan, jika pembangunan di Dusun Amor-Amor sudah selesai maka pihaknya akan membangun hunian sementara di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Tentunya lokasi pembangunan disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang paling membutuhkan dan status lahan tempat berdirinya hunian sementara itu sudah bebas dari sengketa.

Satu unit hunian sementara ini berbiaya Rp10 juta. Dana pembangunan berasal dari puluhan donatur yang masuk melalui Posko Penanggulangan Bencana (PDUI) dan Posko Terpadu Kampung Bahagia.

Berdasarkan data dari Posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok,  hingga saat ini jumlah rumah yang rusak berat sudah mencapai angka 76.765 unit yang tersebar di Lombok dan Sumbawa. Sebanyak 402 ribu lebih warga masih berstatus sebagai pengungsi lantaran tak lagi memiliki rumah.

Editor: Fajar Aryanto 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".