Festival Gamelan Internasional 2018 Diikuti 12 Negara

Jumat, 03 Agus 2018 17:44 WIB

Pentas Grup Gamelan London Kelompok Gamelan Siswo Sukro asal London, Inggris menunjukan kebolehanya dalam memainkan gamelan saat acara Festival Kesenian Yogyakarta 29 di Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (9/8/2017) malam. (Antara)

KBR, Solo- Solo menjadi tuan rumah festival Gamelan Internasional, pekan depan. Festival akan diikuti puluhan peserta dari dalam dan luar negeri. 

Wakil Walikota Solo, Ahmad Purnomo, mengatakan Festival Gamelan internasional ini akan membuktikan kemampuan dan pengetahuan pakar gamelan dalam negeri dan  warga asing yang selama ini menekuni gamelan.

“Peserta dari luar negeri ada 19 kelompok seni gamelan dari 12 negara. Ternyata kaget juga melihat antusiasme mereka dari luar negeri. Kok banyak sekali, Festival Gamelan yang lalu, ada kelompok gamelan dari Selandia Baru dan Australia," ujar Ahmad Purnomo, Jumat (03/08) 

Ahmad juga mengaku kagum dengan tekad warga asing yang menekuni gamelan.

"Mereka pintar memainkan gamelan kadang-kadang kita sebagai warga Indonesia, merasa malu belum bisa seperti mereka. Ini menjadi cambuk bagi kita di Indonesia  agar lebih mencintai, melestarikan budaya leluhur. Mereka bisa memainkan dengan piawai, sehingga bisa dinikmati dan alunannya sangat harmonis.”

Festival Gamelan internasional akan berlangsung 9-16 Agustus 2018 di sejumlah lokasi di Jawa tengah antara lain Solo, Blora, Boyolali, dan Karanganyar. Festival akan mengusung tema Homecoming atau perjalanan pulang.  

Dalam acara itu juga akan dipentaskan kesenian gendhing berjudul Puspawarna yang sebelumnya pernah diperdengarkan di luar angkasa oleh lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA.

Sebelumnya, pada tahun 2017 lalu, Festival serupa digelar Pemerintah Indonesia di London dan Glasgow, Inggris. 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".