Diduga Keracunan, Gajah Jinak Mati di Balai Konservasi Pidie

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, BKSDA sudah mengirim tim dokter dan ahli hewan untuk mengetahui penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.

Rabu, 15 Agus 2018 13:59 WIB

Ilustrasi: Erwin Jalaludin

KBR, Pidie- Seekor gajah jinak bernama Retno ditemukan mati di balai konservasi atau Conservation Response Unit (CRU) Mila, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu, (15/08). Bangkai gajah betina tersebut ditemukan di sekitar sungai setempat. 

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, BKSDA sudah mengirim tim dokter dan ahli hewan untuk mengetahui penyebab kematian satwa dilindungi tersebut. Hingga kini, kata Sapto, BKSDA belum bisa memastikan penyebab kematian gajah berusia 40 tahun tersebut.

"Kesimpulan sementara kata dokter, penyebabnya keracunan, tapi bukan diracun, ya. Karena kalau (racun) dicampur ke makanan, akan nampak sekali pada bekasnya. Jadi, keracunan itu bisa entah dari makanan alam atau sungainya pas lagi orang cari ikan misalnya. Kita akan terus mencari penyebab kematiannya," kata Sapto.

Baca Juga:

 Lagi, Gajah Mati Ditemukan di Kabupaten Aceh Timur

 Ini Dugaan Sementara Sebab Kematian Gajah di Aceh Timur

Sapto melanjutkan, BKSDA dan tim dokter telah mengambil sampel dari organ tubuh gajah tersebut, untuk diteliti lebih lanjut. Kata dia, selain keracunan, faktor luka luar bisa menjadi penyebab matinya gajah itu.

"Bisa saja terjatuh, berhubung ada bekas luka dan pendarahan pada bagian kakinya. Bisa karena rantai mengencang ketika hendak berusaha bangun," lanjutnya.


Editor: Adia Pradana 




Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".