SMP Terpencil di Aceh Utara Sepi Peminat, Dinas Pendidikan Evaluasi Kepsek

"Hasil evaluasi banyak Kepsek yang kurang disiplin dalam pengelolaan sekolah. Jadi, sekolah-sekolah seperti itu nanti Kita akan ambil tindakan,”

Selasa, 08 Agus 2017 10:53 WIB

Ilustrasi: Murid SMP di Aceh Utara saat mengikuti UNBK. (Foto: KBR/Erwin J.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Aceh Utara- Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Aceh Utara sepi peminat. Hampir sebagian besar sekolah   itu berada di kawasan terpencil.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara, Saifullah mengatakan, penyebab utama SMP di daerah pedalaman itu minim peminat karena orang tua   murid memilih menyekolahkan anaknya di sekolah favorit ibukota kecamatan. Kata Dia, bahkan tak jarang banyak juga diantaranya yang memilih pendidikan madrasah atau pesantren dengan alasan sarat dengan nilai-nilai ilmu pengetahuan dibidang agama.

”Kami akan melakukan kroscek, kalau memang lingkungan sekolahnya baik dan kedisiplinan baik itu berarti ada hal-hal lain penyebab kenapa tidak ada yang masuk di sekolah dimaksud. Nah, ini yang akan Kita perbaiki, tapi pada umumnya Kita melihat hasil evaluasi banyak Kepsek yang kurang disiplin dalam pengelolaan sekolah. Jadi, sekolah-sekolah seperti itu nanti Kita akan ambil tindakan,” kata Saifullah kepada KBR, Selasa (8/7).  

Menurut Dia, dinas akan segera mengevaluasi kinerja kepala sekolah terkait kekosongan siswa-siswi pada tahun ajaran baru tersebut. 

”Kita tidak menginginkan adanya kesenjangan antarsekolah di ibukota kecamatan dengan desa terpencil. Jadi, Kepsek adalah orang yang paling pertama sekali tahu tentang bagaimana mengelola sekolah itu secara baik dan benar. Dan, Saya tidak bisa bilang SMP mana saja yang kosong murid itu, pastinya ada beberapa sekolah,” tuturnya.

Saiful menambahkan, rata-rata SMP yang kekosongan itu hanya diisi sekitar 10 murid per kelas. Dari standar yang telah ditentukan minimal 20 orang per kelas. Di Aceh Utara jumlah  SMP tercatat 171 unit yang tersebar di 27 kecamatan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR