Situbondo Alami Krisis Air, Tiap Hari Butuh 10 Ribu Liter

"Kami sudah melakukan dropping air, distribusi ke tujuh kecamatan, 10 desa dan 19 dusun secara bergiliran," kata Kepala Bidang Pencegahan BPBD Situbondo Gatot Trikorawan.

Kamis, 31 Agus 2017 17:15 WIB

Warga mengantre air bersih dari sumber mata air di Kecamatan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (29/8/2017). Krisis air bersih terjadi sejak Juli lalu. Warga harus jalan kaki tiga kilometer menuju sumber air dan butuh waktu setengah hari untuk mengisi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Situbondo - Krisis air bersih kembali melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kekeringan sumber air terjadi karena musim kemarau berkepanjangan.

Krisis air bersih rutin terjadi di Situbondo setiap musim kemarau. BPBD Situbondo sebelumnya telah meminta bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembuatan sumur bor dan pipanisasi, agar wilayah itu bebas krisis air saat kemarau pada 2017.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kewaspadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo Gatot Trikorawan mengatakan tujuh kecamatan yang dilanda kekeringan antara lain Kecamatan Jangkar, Banyuputih, Sumbermalang, Subo, Arjasa, Banyuglugur dan Kecamatan Mlandingan.

Sejumlah daerah tersebut, kata Gatot, mengalami krisis air bersih sejak sebulan terakhir. BPBD harus mendistribusikan air bersih ke daerah terdampak krisis. Setiap hari, BPBD bersama Dinas Sosial Situbondo menyalurkan 10 ribu liter air untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Gantot menambahkan selain penyaluran air bersih, BPBD Situbondo juga mengirim bantuan tandon penyimpanan air. Tidak semua wilayah di tujuh kecamatan itu meminta air bersih. Ada juga beberapa dusun yang sumber mata airnya masih ada, sehingga mereka lebih membutuhkan tandon air untuk menampung air bersih.

"Di wilayah Situbondo saat ini sudah mulai terasa dampak musim kemarau, yaitu kekeringan. Yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Situbondo, kami sudah melakukan dropping air, distribusi ke tujuh kecamatan, 10 desa dan 19 dusun secara bergiliran," kata Gatot Trikorawan, Kamis (31/8/2017).

Gatot Trikorawan memperkirakan daerah yang mengalami krisis air bersih di Kabupaten Situbondo akan terus bertambah, mengingat musim kemarau masih cukup panjang di wilayah Kabupaten Situbondo.

Gatot meminta pemerintah daerah setempat dan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk membantu menambah armada truk tangki pengangkut air. BPBD Situbondo saat ini hanya memiliki dua unit truk tangki. Jika permintaan air bersih terus bertambah maka BPBD Situbondo akan kewalahan karena minimnya armada truk tangki pengangkut air bersih tersbeut.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.