Rusak Akibat Truk PT Semen Indonesia, Warga Desa Waton Ancam Blokir Jalan

"Apalagi selama ini PT. Semen Indonesia belum pernah memberikan perhatian terhadap warga desa Weton,"

Senin, 21 Agus 2017 13:29 WIB

Jalan lingkar Rembang, Jawa tengah rusak parah, karena sering dilalui armada truk pabrik semen, PT. Semen Indonesia. (Foto: KBR/Musyafa)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Rembang– Warga desa Weton, kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengancam akan menggelar demo, memprotes kerusakan jalan lingkar yang semakin parah. Banyaknya truk–truk besar yang memasok bahan tambang ke pabrik semen PT. Semen Indonesia dituding menjadi biang keladi jalan cepat hancur. Akibatnya  warga yang tinggal di pinggir ruas jalan mengalami sesak nafas, karena polusi debu.

Kepala Seksi Pembangunan desa Weton, Suyatno mengatakan warga ingin menutup akses, lantaran sudah tidak sabar menghadapi dampak buruk kerusakan jalan.

“Masyarakat jengkel, apalagi selama ini PT. Semen Indonesia belum pernah memberikan perhatian terhadap warga desa Weton, dalam bentuk pembagian Sembako, penyiraman jalan secara rutin atau kompensasi lainnya. Warga merasa diabaikan, padahal mereka siang malam terganggu oleh lalu lalang kendaraan berat pabrik semen. PT. Semen Indonesia beberapa waktu lalu memang pernah melakukan penambalan jalan. Tapi tak kuat bertahan lama,“ kata Suyatno kepada KBR, Senin (21/08).

Warga desa Weton, Yatmi mengatakan penduduk yang berada di pinggir jalan, selalu menutup pintu rumah sejak pagi.

“Ibaratnya mereka tangis batin mas, karena polusi debu membuat kehidupan jadi tidak nyaman dan kondisi kesehatan turut terancam. Saya kebetulan juga punya warung, sekarang kondisinya sepi. Jarang ada yang mau mengobrol di warung, gara–gara banyak debu berterbangan,“ keluh ibu paruh baya ini.

Sebagai bentuk protes, warga desa Weton sudah memasang ban bekas di tengah jalan. Selain itu, tampak tulisan besar terpampang, isinya imbauan untuk pemakai jalan lebih berhati-hati.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menanggapi baru membeton jalan lingkar tersebut pada tahun 2018 mendatang, alokasi anggarannya Rp 25 Miliar. Untuk penanganan darurat, ia berjanji akan mengkomunikasikan dengan manajemen pabrik semen.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi