Ribuan Ulat Bulu 'Serbu' Permukiman Warga Banyuwangi

"Semua tertutup ulat bulu. Ulat merambat ke rumah-rumah, ke genteng rumah. Bahkan malam-malam itu ada warga yang tidur, di kepalanya ada sekitar 50 ulat. Semua terkejut, dan resah. Tidak bisa tidur."

Selasa, 15 Agus 2017 15:39 WIB

Warga menyemprot serangan hama ulat bulu dengan pestisida di Kelurahan Kelatak, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (15/8/2017). (Foto: KBR/Hermawan)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyuwangi - Ribuan hama ulat bulu menyerang permukiman warga di Kelurahan Kelatak, Banyuwangi, Jawa Timur dalam tiga hari terakhir.

Salah seorang warga Kelurahan Kelatak Ali Magi mengatakan hama ulat bulu ini menempel di dinding, atap rumah warga bahkan masuk ke dalam rumah. Ali mengatakan serangan hama ulat bulu tersebut menyebabkan banyak warga mengalami gatal-gatal di sekujur tubuh.

Ali Magi mengatakan untuk saat ini warga terpaksa menggunakan obat pestisida seadanya untuk mencegah penyebaran ulat bulu lebih luas. Warga juga menggunakan api untuk membasmi ulat. Ali mengatakan warga sudah melaporkan kejadian ini ke pemerintah daerah supaya segera menangani 'serbuan' ulat bulu itu.

"Sejak pagi-pagi, tanggal 14 Agustus itu, begitu ke luar rumah, luar biasa kejadiannya. Pohon-pohon, ada sekitar 30 pohon itu tidak ada daunnya. Semua tertutup ulat bulu. Semua, sampai pohonnya. Ulat merambat ke rumah-rumah, ke genteng rumah. Bahkan malam-malam itu ada warga yang tidur, di kepalanya ada sekitar 50 ulat. Semua terkejut, dan resah. Malam tidak bisa tidur," kata Ali di Banyuwangi, Selasa (15/8/2017).

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangio Arief Setiawan mengatakan petugas Dinas sudah berusaha melakukan penyemprotan pestisida di lokasi awal ditemukannya ulat bulu tersebut. Selain itu, petugas juga membasmi sarang ulat bulu untuk memutus penyebaran ulat bulu lebih luas.

Arief mengatakan keberadaan ulat bulu itu dipengaruhi perumahan iklim, yaitu dari musim hujan ke musim kemarau.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman
Hermawan 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.