Petani Tewas Ditembak di Pegunungan Parigi, Pelaku Diduga DPO Terorisme

“Jumlahnya sekitar tujuh orang, diduga DPO, rambutnya gondrong, badannya kurus serta memegang senjata dua pucuk.”

Jumat, 04 Agus 2017 08:13 WIB

Ilustrasi: DPO Kasus terorisme di Sulteng

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Palu- Seorang petani di Kabupaten Parigi Moutong, pada Kamis (03/08) , ditemukan tewas dengan luka tembak pada bagian dada kiri. Rudi Sufahriadi Kapolda Sulawesi Tengah, menduga bahwa pelaku penembakan merupakan salah satu dari daftar pencarian orang (dpo) teroris Poso, yang hingga saat ini masih diburu oleh Satuan Tugas Operasi (Satgas Ops) Tinombala 2017.

Dugaan ini, berasal dari salah seorang petani yang melaporkan kejadian penembakan ini ke Mapolres Parigi Moutong. Setelah mendapatkan laporan dari warga, Polres Parigi Moutong kemudian menghubungi Satuan Tugas Operasi Tinombala.

  “Jumlahnya sekitar tujuh orang, diduga DPO, rambutnya gondrong, badannya kurus serta memegang senjata dua pucuk.” Jelas Brigjen Pol Rudi Sufahriadi di Mapolda Sulawesi tengah.

Rudi melanjutkan, "Ditodong yang satu, taunya ada orang yang datang inilah yang menjadi korban. Namanya Simson alias Suju, seorang petani di kebun situ. Dia ditembak karena mencoba melawan OTK." Tambah Rudi.
  
Jenazah petani  oleh satuan tugas operasi tinombala telah dibawa ke rumah sakit Anuntaloko Parigi. Sementara Satuan Tugas Operasi (satgas ops) Tinombala 201, melakukan pengejaran dan penyekatan di sekitar pegunungan Parigi Moutong, untuk membatasi ruang gerak pelaku penembakan yang diduga sisa anggota kelompok santoso yang masih bertahan. Diketahui, saat ini, daftar pencarian orang (dpo) Poso masih tersisa tujuh orang.


Editor: Rony Sitanggang
  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1