Narkoba 'Iron Man' Beredar di Cirebon

"Kami menangkap tersangka di rumahnya dengan barang bukti narkoba yang belum pernah kami temui sebelumnya," kata Kapolres Cirebon Kota, Adi Vivid Agustiadi Bachtiar.

Selasa, 01 Agus 2017 21:08 WIB

Kapolres Cirebon Kota Adi Vivid menunjukkan narkoba ekstasi Iron Man di Cirebon, Selasa (1/8/2017). (Foto: KBR/Frans Mokalu)

KBR, Cirebon - Kepolisian Resort Cirebon Kota Provinsi Jawa Barat menemukan peredaran narkotika jenis ekstasi bergambar pahlawan super 'Iron Man'.

Kapolres Cirebon Kota Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengatakan narkoba itu berbentuk pipih berwarna merah muda dan hijau di kedua sisinya. Di setiap sisi pil ekstasi itu bergambar 'Iron Man'. Narkoba jenis ini, kata Adi, belum pernah ada sebelumnya.

Polisi menemukan ekstasi jenis baru itu, setelah menangkap MA, warga Kecamatan Kesambi Kota Cirebon yang diduga kuat mengedarkan ekstasi. Saat itu petugas merasa aneh karena narkoba yang dibawa tersangka berwarna merah muda dan hijau.

Dari pemeriksaan MA, diperoleh keterangan narkoba itu "Iron Man" itu dijual dengan harga Rp 300 ribu per butir.

"Kami menangkap tersangka di rumahnya dengan barang bukti narkoba yang belum pernah kami temui sebelumnya," kata Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, di Cirebon, Selasa (1/8/2017).

Dari tangan MA, polisi menyita barang bukti berupa 100 butir pil ekstasi jenis Iron Man, satu toples warna putih, dan satu unit handphone.

"Pelaku menyimpan 'Iron Man' dalam plastik kecil sebanyak 10 bungkus. Masing-masing berisi 10 butir yang disimpan di dalam toples," kata Adi.

Polisi masih menyelidiki dampak buruk yang ditimbulkan narkoba ini jika dikonsumsi.

"Kalau menurut pengakuan tersangka, obat ini efeknya kurang lebih selama empat jam seperti ekstasi. Tapi kami masih akan sidik lagi," tambah Adi.

Kepada polisi, MA mengaku membeli ekstasi 'Iron Man' itu dari Jakarta dan diedarkan di tempat hiburan di Cirebon.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR