KPK Tangkap Dirjen Hubla, Menteri Perhubungan Minta Maaf pada Jokowi

"Ini semua di luar pengawasan saya selaku Menteri. Ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk melakukan perbaikan."

Jumat, 25 Agus 2017 12:12 WIB

Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono berada di dalam mobil usai menjalani pemeriksaan, di KPK, Jakarta, Jumat (25/8) dini hari. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR,Solo- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  menunjuk pengganti Dirjen Perhubungan Laut, Tonny Budiono yang tertangkap tangan operasi Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.  Budi  mengatakan Tonny Budiono yang ditangkap KPK diganti pejabat baru, Bay Mokhamad Hasani sebagai pelaksana tugas.

Menurut Budi Karya, penangkapan Dirjen  ini menjadi bahan evaluasi bagi Kemenhub.

“Terkait OTT KPK, secara pribadi maupun institusi Kementerian Perhubungan memohon maaf pada Presiden dan Wakil Presiden. Ini semua di luar pengawasan saya selaku Menteri. Ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk melakukan perbaikan. Selama ini saya hanya menjalankan fungsi seperti pengecekan bandara, stasiun, dan sebagainya, pasca OTT KPK ini saya akan awasi detail proyek-proyeknya. Mulai hari ini sudah saya tunjuk pengganti Dirjen Laut yang ditangkap KPK, plt-nya Muhammad Bay, Direktur lalu Lintas Laut."Ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  di Solo, Jawa Tengah, Jumat (25/08).
 
Bay saat ini menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Menteri Perhubungan menunjuk Bay menjadi pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut terhitung mulai 24 Agustus 2017 sampai ada penetapan pejabat definitif untuk memimpin direktorat jenderal tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono terjaring dalam OTT KPK, Rabu lalu. Ia ditetapkan sebagai tersangka perkara suap terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun Anggaran 2016-2017. Barang bukti yang disita KPK dari operasi tersebut mencapai 20 Milyar rupiah dalam berbagai mata uang antara lain Dolar Singapura,  Rupiah, dan Dollar Amerika Serikat dalam 33 tas. Komisaris PT Adhi Guna Keruktama Adiputra Kurniawan juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.


Editor: Rony Sitanggang
  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Siapkan Dua Opsi soal Polemik PJ Gubernur Polri

  • Bekas Pimpinan KPK: Kasus Novel Tak Tuntas Bisa Jadi Catatan Buruk Jokowi untuk 2019
  • Longsor Terjang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, 4 Tewas 6 Luka Parah
  • Sanksi Baru Amerika Untuk Korut

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.