Imunisasi MR, Pemkot Solo Sisir Balita dari Rumah ke Rumah

"Jika suatu komunitas masyarakat ada 100 orang, kemudian yang diimunisasi 95 orang, atau target 95 persen, maka 5 orang yang tidak diimunisasi jika terkena penyakit tidak akan menular ke 95 orang."

Selasa, 01 Agus 2017 15:17 WIB

Seorang anak menunjukkan materi sosialisasi imunisasi MR di Solo, Jawa Tengah, Selasa (1/8/2017). (Foto: KBR/Yudha Satriawan)

KBR, Solo - Pemerintah Kota Solo Jawa Tengah berencana menyisir balita dan anak-anak dari rumah ke rumah (door to door) agar tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi campak-rubella (imunisasi MR).

Juru bicara Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Solo, Efi Pertiwi mengatakan tenaga kesehatan di Solo sudah siap diturunkan mendatangi rumah-rumah warga dengan metode 'jemput bola'.

Efi berharap ada masyarakat ikut berpartisipasi agar 100 persen balita dan anak di Solo terutama usia 9 bulan hingga 15 tahun bisa mendapatkan vaksin anticampak dan rubella.

Jumlah anak dan balita di Solo yang ditargetkan bisa mendapat imunisasi MR berjumlah sekitar 145.930 orang.

"Imunisasi tidak mungkin berjalan kalau hanya melibatkan pemerintah saja. Diperlukan juga partisipasi dari masyarakat luas. Kami akan melakukan upaya jemput bola. Jika ada anak yang belum terimunisasi, tenaga dan kader kesehatan kami siap melakukan kunjungan ke rumah. Bagi anak-anak yang sakit akan diberikan imunisasi setelah sembuh," kata Efi Pertiwi di Solo, Jawa Tengah, Selasa (1/8/2017).

Mulai Selasa, 1 Agustus 2017, pemerintah secara serentak menggelar imunisasi Measles-Rubella atau MR dengan sasaran tahun ini di 119 kabupaten kota di Pulau Jawa.

Efi mengatakan imunisasi MR termasuk untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit seperti campak dan rubella atau penyakit menular lain. Di samping itu, imunisasi MR juga untuk memperkuat kekebalan tubuh masyarakat di suatu komunitas.

"Jika suatu komunitas masyarakat ada 100 orang, kemudian yang diimunisasi 95 orang, atau target 95 persen, maka 5 orang yang tidak diimunisasi jika terkena penyakit tidak akan menular ke 95 orang sisanya, karena kekebalan tubuhnya sudah terbentuk. Berbeda jika kondisi terbalik. Misalnya ada 95 orang menolak diimunisasi dan 5 orang yang diimunisasi maka yang 5 orang ini kemungkinan bisa tertular penyakit yang diakibatkan 95 orang ini," tambah Efi.
 
Kementerian Kesehatan menargetkan 95 persen dari 34 juta sasaran imunisasi tahun 2017 ini mendapat vaksin imunisasi MR. Imunisasi MR akan dilanjutkan pada 2018, untuk wilayah di luar Pulau Jawa.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

PPATK Telusuri Rekening First Travel

  • Buruh PT Nyonya Meneer Ajukan Tagihan Rp98 Miliar
  • Pesawat Pengangkut Haji Arab Saudi Belum Boleh Mendarat di Qatar

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta