Golkar Cirebon Beberkan Alasan Tolak Usung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar

Ini karena kata koordinator deklarasi Juhaeni, para kader menganggap sosok Dedi Mulyadi tak dikenal oleh Masyarakat Cirebon.

Minggu, 06 Agus 2017 15:44 WIB

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. (Foto: KBR/ Agus Lukman)

KBR, Cirebon - Ratusan kader Partai Golkar Cirebon mendeklarasikan penolakan terhadap pencalonan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat. Para kader Golkar Cirebon ini lebih memilih Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien untuk maju menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar.

Ini karena kata koordinator deklarasi Juhaeni, para kader menganggap sosok Dedi Mulyadi tak dikenal oleh Masyarakat Cirebon. Selain itu Dedi disebut kerap melakukan program yang kontroversial.

"Dedi Mulyadi tidak populer baik di Cirebon maupun di Wilayah III (Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka) dan selalu kontroversial," kata Juhaeni di Cirebon, Minggu (6/8).

Dia menginginkan, figur dari daerah Pantai Utara (Pantura) itulah yang bisa menjabat sebagai Gubernur ataupun Wakil Gubernur. Karena itu Juhaeni berharap Ridwan Kamil menggandeng Daniel Mutaqien untuk maju sebagai gubernur dan calon wakil gubernur.

"Karena kami sangat cocok dengan beliau, disamping masih muda prestasinya juga bagus," tuturnya.

Baca juga:

Hingga kini kata dia, belum ada perwakilan tokoh dari Pantura yang memimpin Jawa Barat. "Selama pemilihan Gubernur, Pantura ini tidak pernah terwakili untuk duduk sebagai Gubernur maupun Wakil Gubernur Jawa Barat."

Beberapa hari sebelumnya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi telah mengantongi rekomendasi dari Golkar Pusat. Juhaeni menyatakan apabila sikap kader Golkar Cirebon ini nantinya tidak dikabulkan maka dia akan menyerahkan penuh keputusan ke pengurus Partai.

"Artinya kalaupun aspirasi ini sudah disampaikan dan tidak diindahkan, kami apa boleh buat. Karena keputusannya merupakan hak dari partai Golkar sendiri," katanya.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau