Ditembak Pemburu, Gajah Betina di Aceh Besar Luka Parah

Berdasarkan data BKSDA Aceh, sepanjang 2010-2017 ada 48 gajah yang mati di kawasan Lamteumot, Desa Teladan, Gampong Lembah Seulawah.

Kamis, 17 Agus 2017 11:05 WIB

Tim ahli dan dokter dari BKSDA dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, mengoperasi gajah yang diduga ditembak. Foto: BKSDA Aceh

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Aceh Besar – Seekor gajah liar diduga ditembak pemburu di kawasan Lamteumot, Desa Teladan, Gampong Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Ketika ditemukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, gajah betina itu mengalami pendarahan berat dan kini menjalani perawatan.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengatakan hasil pemeriksaan menemukan ada tiga luka pada gajah berusia 40 tahun tersebut. Yakni di bagian perut, kaki kanan, dan punggung. Kata dia, luka bagian perut kemungkinan akibat terkena benda runcing. Sedang luka di kaki kanan dan punggung disebabkan tembakan senjata api.

"Luka tembaknya tidak mematikan, hanya infeksi saja. Senjata yang digunakan pastinya bukan senjata angin, karena kalau senapan angin nggak masuk sedalam itu," kata Sapto kepada KBR, Kamis (17/8/17).

Sapto menambahkan, pihak BKSDA Aceh telah mengerahkan dua ekor gajah jinak dari Pusat Konservasi Gajah Saree, untuk menggiring gajah liar yang luka tersebut. Termasuk juga tim ahli hewan BKSDA dan dokter dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala.

"Luka diperutnya itu mungkin sudah sebulan, karena sudah bernanah dan infeksi. Kita terus berupaya menyembuhkan biar nanti bisa dilepasliarkan kembali ke hutan,” ucapnya.

Sapto juga yakin proses pemulihan gajah tersebut akan berjalan baik lantaran kondisi fisiknya yang kuat.


Baca juga:
Tangkap Dua Terduga Penembak Gajah, Polisi Aceh Sita AK-56
Gajah Jantan 40 Tahun Mati Ditembak di Aceh, Gading Hilang



Berdasarkan data BKSDA Aceh, sepanjang 2010-2017 ada 48 gajah yang mati di kawasan Lamteumot, Desa Teladan, Gampong Lembah Seulawah. Termasuk satu janin gajah berusia 12 bulan yang ditemukan mati di alur sungai Kabupaten Pidie dan satu ekor anak gajah bernama Paijit yang dalam proses perawatan ketika dipulangkan dari Aceh Timur.

Ada tiga penyebab utama gajah atau poe meurah mati (sebutan akrab di Aceh-red), yaitu dengan cara dijerat, diburu, dan diracun. Hampir seluruh gajah dewasa yang mati itu kehilangan gadingnya.



Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.